PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) bagi petani cabai di Desa Pulau Telo.

“Sekolah Lapang merupakan salah satu kegiatan yang dianggap solutif dalam rangka pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada tanaman cabai. Serangan hama yang tidak dikendalikan dapat menyebabkan kehilangan hasil panen cabai,” ujar Rendy dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Rendy menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan melalui UPT Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura untuk menyelenggarakan kegiatan teknis operasional perlindungan tanaman pangan dan hortikultura.

Ia menambahkan, masalah OPT sangat kompleks karena interaksi antar komponen agroekosistem dan campur tangan manusia, sehingga konsep PHT menjadi solusi efisien, efektif, dan ramah lingkungan.

Kegiatan ini juga meningkatkan kemampuan petani dalam menganalisis kondisi tanaman, melakukan identifikasi hama, dan mengaplikasikan teknik pengendalian hama serta penyakit.

Rendy berharap SLPHT dapat memperkuat pengelolaan tanaman cabai sehingga kualitas dan produktivitas hasil panen meningkat. (HERMAWAN DP/y)