BORNEONEWS, Sampit – Warga Perumahan Bukit Permai, Kelurahan Baamang Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengeluhkan pasokan air PDAM yang tidak lancar selama dua pekan terakhir. Kondisi ini membuat aktivitas rumah tangga terganggu.
“Di rumah saya sudah sekitar dua minggu air tidak lancar. Mesin air bahkan hampir 24 jam dinyalakan, tapi alirannya kecil sekali. Kami khawatir kalau dibiarkan, mesin bisa meledak,” ujar Abdul, warga Perumahan Bukit Permai, Kamis, 2 Oktober 2025.
Warga menilai seharusnya di musim hujan suplai air PDAM bisa normal. Mereka menduga ada kendala teknis dalam operasional maupun jaringan perpipaan.
Ia berharap, PDAM segera turun tangan agar air lekas lancar. "Ibaratnya kami sebagai konsumen merasa dirugikan dengan kondisi ini. Petugas harus segera diturunkan untuk mencari solusinya. Kondisi ini mengganggu aktivitas kami karena air menjadi kebutuhan sehari-hari," tandasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumda Tirta Mentaya, Edy Dyufriadi, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa gangguan tersebut terjadi sejak 20 September 2025. Penyebabnya adalah penurunan permukaan air baku atau surutnya sungai sebagai sumber utama.
“Ketika air surut, debit air yang dipompa juga menurun. Jadi pasokan tidak bisa maksimal. Kondisi ini akan normal kembali ketika air sungai mulai pasang. Kendalanya bukan di operasional, tetapi murni karena pasang surut air sungai,” tutur Edy.
Ia menambahkan, beberapa wilayah sudah mulai membaik meski masih ada daerah terdampak, terutama di perumahan dengan jaringan pipa berukuran kecil seperti Bukit Permai dan Nabila.
Ia memastikan, untuk kawasan Baamang Hulu, tidak semuanya mengalami gangguan karena sebagian jaringan sudah diperkuat dengan tambahan pipa baru. (DEWI PATMALASARI/y)









