BORNEONEWS, Kuala Kapuas - RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas baru saja menyelesaikan partisipasinya dalam Webinar Nasional terkait Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi Di Fasyankes Indonesia (PAIRSI), yang berlangsung selama tiga hari dari Senin hingga Rabu, 29 September hingga 1 Oktober 2025.
Kegiatan ini, yang diikuti secara serentak di Aula Gedung Manajemen RSUD Kapuas, menegaskan kembali komitmen rumah sakit terhadap peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
"Keikutsertaan tersebut merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Tim BPKP Provinsi Kalimantan Tengah dan sejalan dengan Permenkes Nomor 25 Tahun 2019, yang mewajibkan seluruh unit pelayanan kesehatan melaksanakan manajemen risiko terintegrasi," ungkap panitia, Kamis, 2 Oktober 2025.
dr Agus Waluyo selaku Direktur RSUD Kapuas telah menyoroti kompleksitas pelayanan kesehatan, yang melibatkan banyak profesional, teknologi, dan sistem yang saling terkait. Menurutnya, kompleksitas inilah yang secara inheren membawa risiko yang tak terhindarkan.
Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko yang terintegrasi menjadi pilar utama untuk menjamin mutu pelayanan dan melindungi keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan semua pihak terkait.
Turut dijelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan webinar ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para staf, sekaligus membangun budaya sadar risiko di lingkungan rumah sakit. Diharapkan, setiap jajaran mulai dari pimpinan hingga staf operasional mampu mengenali, menganalisis, dan mengendalikan risiko secara sistematis dalam tugas harian mereka.
Selain membangun kesadaran individu, dr. Agus Waluyo juga mendorong terciptanya kolaborasi antar unit. Ia menegaskan bahwa manajemen risiko bukanlah tanggung jawab tunggal satu bagian atau komite, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen rumah sakit.
"Semoga kesempatan tersebut sebagai sarana untuk belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman, sehingga apa yang kita peroleh bisa segera kita implementasikan di unit masing-masing," pungkasnya. (SABRIANOOR/H)









