NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Kabupaten Lamandau kembali menunjukkan potret masyarakat yang kaya akan keragaman agama dan budaya. Data kependudukan terbaru yang dirilis oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lamandau pada Oktober 2025, menggambarkan bagaimana berbagai keyakinan hidup berdampingan secara harmonis.

Kepala Disdukcapil Lamandau, Turmudi, mengungkapkan bahwa data ini mencerminkan kondisi riil masyarakat Lamandau yang multikultural. "Data ini adalah cerminan dari kehidupan masyarakat kita yang beragam. Kita bisa melihat bagaimana berbagai agama dan kepercayaan hidup berdampingan," ujar Turmudi, Kamis, 2 Oktober 2025.

Berdasarkan data tersebut, Islam menjadi agama mayoritas dengan 59% atau 68.281 jiwa penduduk. Namun, keberadaan agama lain seperti Kristen Protestan (22,6% atau 26.186 jiwa), Katolik (15,5% atau 17.963 jiwa), Hindu (2,8% atau 3.223 jiwa), dan Buddha (0,07% atau 79 jiwa) menunjukkan bahwa keragaman keyakinan di Lamandau cukup tinggi.

Turmudi menambahkan, "Meskipun Islam menjadi agama mayoritas, kita bisa melihat bahwa agama-agama lain juga memiliki jumlah penganut yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa toleransi antarumat beragama di Lamandau sangat baik."

Keunikan lain dari Lamandau adalah keberadaan suku Dayak Tomun yang mendiami daerah pedalaman. Suku ini dikenal sebagai suku asli Lamandau yang memiliki toleransi tinggi terhadap perbedaan, termasuk perbedaan agama.

"Suku Dayak Tomun adalah bagian penting dari masyarakat Lamandau. Mereka memiliki tradisi dan budaya yang kaya, dan mereka juga sangat toleran terhadap perbedaan. Walaupun mereka suku asli, mereka tidak membedakan satu sama lain," kata Turmudi.

Lebih lanjut, Turmudi menjelaskan bahwa data kependudukan ini akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang inklusif dan berkeadilan. 

"Data ini akan kami gunakan sebagai dasar untuk merencanakan pembangunan yang memperhatikan kebutuhan seluruh masyarakat, tanpa memandang agama atau suku," jelasnya.

Dengan keragaman agama dan budaya yang dimilikinya, Lamandau menjadi contoh bagaimana toleransi dan persatuan dapat menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera. (NATALIA KRISTIN/H)