BORNEONEWS, Sampit – Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Mariani menegaskan permasalahan Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, akan menjadi salah satu fokus utama dalam pembahasan anggaran tahun 2026.
Menurutnya kerusakan jembatan yang sudah berulang kali terjadi tidak bisa hanya ditangani dengan pemeliharaan rutin. Infrastruktur vital tersebut membutuhkan solusi jangka panjang berupa pembangunan ulang.
“Jembatan ini sudah tua dan kondisinya kerap rusak. Sedangkan akses ini sangat penting bagi masyarakat. Kalau sampai rusak aktivitas warga bisa terganggu,” kata Mariani, Jumat, 3 Oktober 2025.
Mariani mengungkapkan beberapa waktu lalu ditemukan adanya aktivitas pengerukan di sekitar pondasi jembatan untuk penimbunan tanah di tanjakan. Menurutnya, hal itu sangat berbahaya karena bisa mempercepat kerusakan hingga menyebabkan jembatan ambruk.
Selain itu, ia juga menerima laporan bahwa kendaraan besar sempat menabrak bagian pagar jembatan, namun tidak ada pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.
“Kondisi Jembatan Patah memang sudah memprihatinkan. Kalau hanya ditambal atau ditutup lubangnya, itu bukan solusi. Harus ada perhatian khusus agar tidak menimbulkan risiko kecelakaan,” imbuhnya.
Politisi Fraksi Golkar ini menekankan, biaya perbaikan jembatan tidak bisa lagi mengandalkan dana pemeliharaan rutin. Oleh karena itu, ia mendorong agar perbaikan menyeluruh dimasukkan dalam APBD 2026 sebagai prioritas utama.
“Nanti akan kami cek apakah program perbaikannya sudah masuk dalam rencana anggaran 2026. Infrastruktur penting ini jangan sampai anggarannya dialihkan ke program lain,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









