SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Sekolah Unggulan yang digagas oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Program ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas di daerah berjuluk Bumi Habaring Hurung tersebut.

“Sekolah Unggulan ini merupakan inisiatif Kompolnas dalam bentuk yayasan. Kami memandangnya sebagai langkah kolaboratif yang baik untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia di Kotim,” kataWakil Bupati Kotim, Irawati, Jumat, 3 Oktober 2025.

Ia mengatakan, pembangunan sekolah tersebut sudah memasuki tahap persiapan lahan. Rencananya, proyek akan mulai direalisasikan pada tahun 2026.

Sebelumnya, dirinya bersama Pj Sekretaris Daerah dan Asisten III Setda Kotim baru-baru ini menghadiri audiensi dengan perwakilan Kompolnas.

Dalam pertemuan tersebut, dipaparkan rencana pembangunan sekolah yang akan ditempatkan di Jalan Wengga Metropolitan, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang.

Pemerintah daerah menyambut baik rencana itu, terlebih setelah Dinas Pendidikan Kotim melakukan identifikasi lokasi dan memastikan bahwa wilayah tersebut memang kekurangan fasilitas pendidikan dasar. 

“Adanya sekolah ini, tentu akan sangat membantu masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anaknya,” tambahnya.

Sekolah Unggulan ini diproyeksikan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Meski jumlah kuota siswa belum ditentukan, Kompolnas memastikan sistem pembelajaran akan mengikuti aturan nasional dengan maksimal 25 siswa per kelas.

Selain itu, sekolah ini juga diprioritaskan untuk menampung anak-anak anggota Polri maupun lulusan TK Bhayangkari. 

Konsep yang ditawarkan adalah pembelajaran berbasis alam terbuka (green house), sehingga diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih inovatif dan menyenangkan.

Irawati menambahkan, pendanaan pembangunan sepenuhnya ditanggung oleh yayasan yang dibentuk Kompolnas.

“Konsep sekolah ramah lingkungan seperti ini tentu membutuhkan biaya besar, tetapi karena berbentuk yayasan, pembiayaannya tidak membebani APBD Kotim,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)