BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan bahwa kehadiran investasi besar seperti Duta Mall akan membawa dampak signifikan bagi perekonomian daerah.
Ia menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya tahun 2024 yang mencatat tingkat pengangguran terbuka mencapai 4,01 persen.
Menurut Fairid, angka tersebut masih menjadi tantangan yang perlu segera diatasi. Oleh sebab itu, hadirnya pusat perbelanjaan modern seperti Duta Mall diharapkan mampu membuka ribuan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Cantik.
“Dengan adanya investasi strategis seperti Duta Mall, kita optimis angka pengangguran ini bisa ditekan secara signifikan di tahun-tahun mendatang,” ujar Fairid saat memberikan keterangan di sela acara peresmian Duta Mall Palangka Raya, Jumat, 3 Oktober 2025.
Ia menambahkan, sektor perdagangan modern memiliki daya serap tenaga kerja yang cukup tinggi, mulai dari level manajemen, staf operasional, hingga pekerja informal seperti jasa parkir dan transportasi.
Selain itu, UMKM lokal juga mendapat ruang untuk bermitra, sehingga peluang ekonomi semakin terbuka lebar.
Fairid menjelaskan, pemerintah daerah saat ini tengah menghadapi tantangan berkurangnya dana transfer dari pusat.
Kondisi itu menuntut daerah lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan baru. Investasi swasta yang masuk, seperti pembangunan Duta Mall, menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain memberikan dampak langsung terhadap lapangan kerja, Fairid meyakini kehadiran Duta Mall juga akan mendorong efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian.
Aktivitas ekonomi yang tercipta tidak hanya dinikmati tenant mall, tetapi juga menyebar ke sektor jasa, transportasi, kuliner, hingga pariwisata.
Fairid berharap kehadiran Duta Mall mampu menarik masyarakat dari kabupaten sekitar untuk berbelanja di Palangka Raya.
Dengan begitu, arus perputaran uang akan meningkat dan memperkuat posisi ibu kota Kalimantan Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional.
“Yang terpenting, mari kita jadikan momentum ini sebagai peluang bersama untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Pemerintah akan terus berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif agar lebih banyak investor yang percaya pada potensi Palangka Raya,” pungkasnya. (MARINI/R)









