BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pelaksana Tugas Kepala Dinas DP3AP2KB Pulang Pisau Bakhzar Efendi menyampaikan sejumlah kendala ditemui di lapangan dalam upaya penurunan stunting.
"Dari apa yang disampaikan tim pendamping di lapangan, kenyataannya masih ada masyarakat kita yang ternyata menolak, misalnya yang kita berikan adalah makanan standar yang mengacu kepada asupan gizinya. Mungkin itu tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat kita," kata Bakhzar, Rabu, 1 Oktober 2025.
Tim pendamping tersebut, lanjut Bakhzar tugasnya untuk melakukan pendampingan memasak. Menyiapkan menu makanan standar gizi yang sudah ditentukan untuk diberikan kepada anak-anak stunting.
"Mungkin tidak terbiasa dengan menu itu, meskipun tidak semua menu ditolak,enu tertentu pada saat hari itu aja. Ya kecil saya pikir, tidak seberapa dengan niatan kita yang cukup besar, semangat kita yang besar untuk turunkan stunting," ujarnya.
Bakhzar menegaskan, itu tidak menjadi persoalan, itulah yang menjadi tantangan bagi pemerintah Kabupaten Pulpis dalam menurunkan angka stunting.
Target menurunkan angka stunting di Pulpis menjadi 20 persen di tahun 2025 harus bisa tercapai, meskipun banyak tantangan di lapangan. (RETHA)









