BORNEONEWS, Nanga Bulik - Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Kabupaten Lamandau sudah mulai menyaluran dana hibah berupa bantuan biaya pendidikan (beasiswa) dengan kategori Beasiswa Berprestasi. Adapun untuk jenis beasiswa dengan kategori beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu hingga saat ini masih dalam proses pengurusan administrasi.
"Untuk bantuan (beasiswa) kategori beasiswa mahasiswa berprestasi anggarannya sudah mulai kita salurkan, yang jumlah penerimanya sebanyak 395 mahasiswa. Adapun untuk (beasiswa) kategori (mahasiswa) tidak mampu, hingga saat ini masih harus menunggu proses administrasi," kata. Plt Kepala Dinas Dikjar Lamandau, Tahan Sandi, melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dikjar Lamandau, Aldison Masa, saat dikonfirmasi Borneonews, Minggu (13/11/2016).
Seperti diketahui, pemberian beasiswa oleh Pemkab Lamandau tersebut merupakan salah satu program pendidikan dari Pemkab Lamandau dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM).
Karenanya, tak heran jika dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir Pemkab Lamandau selalu menggelontorkan dana hibah untuk beasiswa kepada seluruh mahasiswa asal Bumi Bahaum Bakuba dengan dua kualifikasi tertentu. Seperti beasiswa mahasiswa berprestasi, mahasiswa tidak mampu dan beasiswa bagi mahasiswa kedokteran, dan beasiswa bagi mahasiswa S2, dengan jumlah anggaran mencapai miliaran rupiah.
Seperti tahun sebelumnya, pada 2016 ini Pemkab Lamandau menyediakan anggaran Rp3 miliar untuk beasiswa mahasiswa, mulai dari kategori beasiswa berprestasi, kurang mampu sampai dengan beasiswa kedokteran. Dana itu dibagi ke dalam dua SKPD, yakni dinas Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) dan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Lamandau.
Di tempat berbeda, seorang pegawai DPKAD, Asri, mengakui jika untuk kategori beasiswa kurang mampu untuk penyalurannya saat ini masih dalam proses pelengkapan administrasi.
"Administrasinya sedang kita proses. Kita juga sedang memastikan bahwa rekening mahasiswa penerima beasiswa benar-benar valid dan aktif," sebutnya.
Karena, lanjut dia, terkadang ada beberapa mahasiswa pada saat mengajukan permohonan, nomor rekeningnya salah, bahkan adapula yang sudah tidak aktif. Sehingga nantinya akan menjadi kendala.
Dari data yang ada, mahasiswa yang masuk kategori kurang mampu pada 2016 ini berjumlah 146 orang.
"Kami usahakan untuk beasiswa kurang mampu yang dananya berada di kami (DPKAD) Minggu depan bisa tersalurkan," ucapnya.
Selain mahasiswa kurang mampu dan mahasiswa berprestasi, 18 orang yang sedang menempuh kuliah kedokteran, delapan mahasiswa S2 dan 4 orang mahasiswa berprestasi non akademik tahun ini juga akan mendapatkan beasiswa.
Adapun masing-masing mahasiswa untuk kategori beasiswa berprestasi, prestasi non akademik dan kurang mampu berhak mendapat beasiswa sebesar Rp4,2 juta, mahasiswa kedokteran sebesar Rp10 juta dan S2 sebesar Rp6 juta. (HENDI NURFALAH/m)








