PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mengambil langkah tegas menyusul dugaan keracunan yang dialami oleh 27 murid akibat program Makanan Bergizi (MBG).

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengawasan secara ekstra melalui instansi teknis terkait, yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Palangka Raya.

"Kami akan melakukan pengawasan lebih ketat untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar kesehatan dan keamanan yang ditetapkan," ujar Fairid Naparin pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap insiden yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama para orang tua murid.

Fairid Naparin menjelaskan bahwa pengawasan akan mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas bahan baku makanan, proses pengolahan, hingga distribusi kepada para siswa.

Dinas Kesehatan akan berperan dalam memastikan standar kebersihan dan kandungan gizi makanan terpenuhi, sementara Dinas Pendidikan akan memantau pelaksanaan program di setiap sekolah.

Wali Kota juga menyinggung mengenai sanksi yang mungkin diberikan jika ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan program MBG.

"Sanksi itu kan ada teguran, sanksi administrasi, dan sanksi penutupan. Untuk teknisnya, kami tidak dilibatkan, Pemko hanya melakukan pengawasan terkait program MBG," jelasnya.

Lebih lanjut, Fairid Naparin menegaskan komitmen Pemko Palangka Raya untuk memberikan yang terbaik bagi kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di kota tersebut. Ia berharap, dengan pengawasan yang lebih ketat, kejadian serupa tidak akan terulang kembali di masa mendatang.

Pemerintah Kota juga mengimbau kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG, termasuk penyedia makanan dan pihak sekolah, untuk senantiasa mengutamakan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.

"Kerjasama yang baik antara semua pihak diharapkan dapat mewujudkan program MBG yang bermanfaat dan aman bagi seluruh siswa di Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/j)