PEMERINTAH Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melakukan ekspedisi ke wilayah hulu Sungai Kahayan. Yaitu ke Bukit Tantan Samatuan, Patahu Batu Balangan milik Dambung Mangkurab, Tajahan Bandar, Kaleka Tumbang Dangoi dan susur Sungai Kahayan dengan kelotok (perahu air).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dari 4 sampai 8 November 2016, dengan melibatkan kurang lebih 60 peserta. Ekspedisi tersebut dipimpin langsung Bupati Gumas Arton S Dohong. Turut pula mendampingi Sekretris Daerah (Sekda) Kamiar, kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Yokdie, sejumlah pejabat terkait lainnya dan para peserta ekspedisi.
Dalam ekspedisi itu, rombongan memulai perjalanan dari Rumah Jabatan Bupati Gumas, Jumat (4/11) sekitar pukul 08.00 WIB. Kemudian robongan dengan menggunakan puluhan mobil double gardan melintasi jalan darat menuju hulu Sungai Kahayan.
Dalam perjalanan tersebut, melintasi beberapa obyek wisata seperti Batu Suli di Desa Tumbang Manange, Kecamatan Tewah, Desa Tumbang Anoi yang merupakan tempat perdamaian Suku Dayak ratusan tahun silam.
Dalam ekspedisi kali ini, tim ekspedisi juga melibatkan pemandu yang merupakan keturunan Damang Batu dan merupakan penunggu Betang Tumbang Anoi yakni Tiong Batu (83) tahun dan Basir (pemuka Agama Hindu Kaharingan) Hendrik T Usin dan pihak terkait lainnya.
Setelah beberapa jam perjalanan, sekitar pukul 11.30 WIB rombongan beristirahat dan makan siang di Rumah Jabatan Camat Damang Batu Main Jantan.
Selanjutnya melanjutkan perjalanan menyisir jalan darat untuk menuju wilayah Hulu Sungai Kahayan dan melintasi Desa Tumbang Anoi yang merupakan desa tempat perdamaian Suku Dayak ratusan tahun silam. Sekitar pukul 14.00 WIB rombongan tiba di kamp 95 milik PT Dwima Group dan makan siang. (Epra Sentosa/*)








