BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Cuaca ekstrem berupa hujan deras diselingi hujan es dan angin kencang puting beliung telah melanda wilayah Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, pada Jumat sore, 3 Oktober 2025. Bencana alam yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ini menyebabkan kerusakan parah pada puluhan rumah warga di beberapa desa, memicu kekhawatiran masyarakat.
Prakirawan BMKG Palangka Raya, Renianata, mengonfirmasi bahwa fenomena hujan es ini dipicu oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat signifikan. Hujan es merupakan fenomena cuaca ekstrem berupa jatuhnya butiran es dari awan Cb yang besar. Tetesan air membeku di puncak awan yang suhunya bisa mencapai di bawah -60 Celxius.
Menurut analisis BMKG, proses ini dipicu oleh ketidakstabilan atmosfer dan kelembaban tinggi, yang membentuk awan Cb menjulang tinggi.
"Dari pantauan citra radar di wilayah Kapuas Murung dan Dadahup, terlihat potensi pertumbuhan awan konvektif (Cb) sangat signifikan," jelasnya kepada Borneonews.
Kondisi ini meningkatkan peluang terjadinya cuaca ekstrem yang dapat disertai butiran es, petir/kilat, dan angin kencang. Peringatan dini cuaca untuk wilayah tersebut pun telah dikeluarkan BMKG sejak pukul 13.50 hingga 16.00 WIB.
Dari data yang dihimpun tim relawan, beberapa lokasi di Dadahup yang terdampak parah meliputi area Trans A5, A1, A4 (Desa Harapan Baru), B1, dan B2. Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Desa A5, di mana banyak rumah mengalami kerusakan.
"Kondisi di A5 cukup parah, rata-rata rumah kena semua, bahkan ada yang mengalami kehancuran total," ungkap seorang warga setempat.
Bencana ini tidak hanya merusak rumah, tetapi juga menyebabkan pohon-pohon besar tumbang melintang di jalan, yang mengganggu akses transportasi di desa-desa terdampak.
Saat ini, Tim Reaksi Cepat BPBD Kapuas telah bertolak ke lokasi musibah dan tengah melakukan pendataan rumah maupun korban yang terdampak. Selain itu, penanganan darurat juga telah diupayakan. (SABRIANOOR/y)









