BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya peran industri keuangan syariah sebagai katalis dalam pengembangan ekosistem halal di daerah. Hal ini disampaikan oleh Kepala OJK Kalimantan Tengah,
Primandanu Febriyan Aziz, dalam kegiatan edukasi keuangan syariah yang digelar secara hybrid bersama Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Bank Indonesia, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Tengah.
Menurut Primandanu, sinergi antara pelaku industri halal dan sektor keuangan syariah menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi besar Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” kata Danu dalam rilisnya pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Ia menekankan bahwa penguatan ekosistem halal bukan hanya soal regulasi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan kenyamanan bagi masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Hj Sunarti, yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah. Dalam sambutannya, Sunarti menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung percepatan ekosistem halal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM.
Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Assoc Dr Muhamad Yusuf, juga menyoroti peran strategis Halal Center Universitas sebagai katalisator dalam pengembangan industri halal. Ia berharap sinergi antara lembaga pendidikan, regulator, dan pelaku industri dapat mendorong akselerasi ekonomi syariah di Kalimantan Tengah secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang diikuti secara antusias oleh para peserta. Mahasiswa dan undangan aktif mengajukan pertanyaan seputar strategi peningkatan ekonomi syariah di daerah, serta berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dalam membangun ekosistem halal yang inklusif. Topik seperti sertifikasi halal, akses pembiayaan syariah, dan literasi keuangan menjadi sorotan utama dalam diskusi.
"Melalui kegiatan ini, OJK Kalimantan Tengah bersama mitra strategis berharap dapat memperkuat pemahaman publik mengenai pentingnya keuangan syariah dalam mendukung industri halal," tutur Primandanu lagi.
Sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif generasi muda dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun ekonomi daerah yang berdaya saing dan berlandaskan nilai-nilai keberlanjutan. (TESTI PRISCILLA/y)









