PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tepat pada Oktober 2025, Kabupaten Kotawaringin Barat memperingati hari jadinya yang ke-66 dengan menggelar upacara resmi. Momen ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang pembangunan yang telah dicapai, sekaligus mengingatkan bahwa masih banyak tantangan yang perlu dituntaskan.

Ketua DPRD Kobar, Mulyadin, mengungkapkan rasa syukur atas berbagai capaian daerah selama 66 tahun berdiri. Namun, ia juga menekankan bahwa perjalanan pembangunan masih menghadapi sejumlah hambatan, terutama dari sisi pendanaan.

"Alhamdulillah, di usia ke-66 ini sudah banyak kemajuan yang dicapai. Namun tentunya masih banyak PR dan tugas-tugas yang memang harus kita selesaikan," ujar Mulyadin.

Menurutnya, keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi tantangan serius. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kobar disebutnya terus mengalami penurunan setiap tahun.

"Dalam situasi kemampuan keuangan daerah ini kita agak pesimis. Karena APBD kita setiap tahun mengalami penurunan, dan ini adalah kebijakan dari pemerintah pusat yang mau tidak mau harus kita terima," jelasnya.

Mulyadin menambahkan, kondisi tersebut semakin terasa berat karena Kabupaten Kotawaringin Barat sedang giat melaksanakan pembangunan. Namun, kebijakan pemerintah pusat yang menghapus Dana Alokasi Khusus (DAK) dan mengurangi Dana Alokasi Umum (DAU) dinilai membuat pembangunan di daerah terhambat.

"Kabupaten Kotawaringin Barat ini sedang giat-giatnya membangun, tapi dengan kebijakan pemerintah pusat yang menghilangkan DAK kemudian mengurangi DAU, tentunya akan menghambat pembangunan dan juga menghambat pelayanan yang seharusnya diberikan maksimal untuk masyarakat," tegas Mulyadin.

Ia berharap momentum hari jadi ke-66 ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi bahan renungan bagi seluruh pihak agar bersama-sama mencari solusi dalam keterbatasan anggaran, sehingga pembangunan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan. (DANANG/y)