KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Bencana puting beliung disertai cuaca ekstrem dan hujan deras telah melanda dua kecamatan di Kabupaten Kapuas, yakni Kecamatan Dadahup dan Kecamatan Kapuas Murung, Sabtu sore, 13 Oktober 2025, sekitar pukul 16.00 WIB.

Dampak dari bencana ini tergolong masif, dengan laporan awal mencatat total 149 Kepala Keluarga (KK) terdampak dan kerusakan parah pada ratusan rumah serta belasan fasilitas umum.

Data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Kapuas pada Jumat malam, 3 Oktober 2025 menunjukkan bahwa kerusakan melanda enam desa di kedua kecamatan.

Kecamatan Dadahup menjadi wilayah terdampak terparah, khususnya di Desa Harapan Baru dengan 64 KK terdampak, disusul Desa Bina Jaya dengan 44 KK, dan Desa Bentuk Jaya sebanyak 19 KK. Sementara di Kapuas Murung, bencana melanda Desa Suka Reja (20 KK) dan Desa Rawa Subur (2 KK).

Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandiangan mengungkapkan bahwa kerugian material utama terfokus pada kerusakan rumah warga, di mana total 143 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan. 

"Kerusakan bervariasi dari Rusak Berat (RB), Rusak Sedang (RS), hingga Rusak Ringan (RR). Desa Harapan Baru dan Desa Bentuk Jaya melaporkan kategori Rusak Berat," ungkapnya.

Selain rumah warga, bencana ini juga melumpuhkan fasilitas publik penting. Tercatat, sebanyak 17 unit fasilitas umum mengalami kerusakan.

Di Desa Bina Jaya, enam unit bangunan publik, termasuk Balai Desa, Rumah Pembibitan, bangunan TK/PAUD, Masjid, dan sekolah MI/SD, mengalami kerusakan.

Dampak yang sama juga dialami di Desa Suka Reja, Kapuas Murung, di mana tujuh fasilitas publik—termasuk Gedung Serbaguna, bangunan PAUD, Polindes, Kantor Desa, dan Masjid juga rusak.

Selain itu, satu jiwa dilaporkan mengalami luka ringan di Desa Suka Reja dan telah mendapat penanganan dari tenaga kesehatan setempat.

Hingga malam hari (pukul 20.00 WIB), tim dari BPBD Kapuas masih berada di lokasi untuk melakukan kaji cepat dan pendataan. 

"Upaya ini terkendala oleh padamnya aliran listrik di beberapa lokasi. Para korban terdampak kini membutuhkan bantuan logistik kebutuhan dasar, yang mulai disalurkan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kapuas di tengah keterbatasan kondisi lapangan," terang Pandiangan.  (SABRIANOOR/R)