BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) di Kalimantan Tengah resmi dibuka.
Agenda kepemudaan berskala nasional ini berlangsung selama 14 hari dan diikuti perwakilan dari 35 provinsi seluruh Indonesia, Jumat, 3 Oktober 2025. Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) didapuk menjadi tuan rumah pelaksanaan PPAP tahun ini.
Program yang digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tersebut bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan, mempererat persaudaraan antarpemuda, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi daerah tuan rumah.
Para peserta akan tinggal dan berbaur langsung dengan masyarakat di empat desa dan kelurahan, diantaranya yaitu Desa Sabuai Kecamatan Kumai, Desa Natai Baru Kecamatan Arut Selatan, Desa Pangkalan Durin Kecamatan Pangkalan Lada, serta Kelurahan Kotawaringin Hulu Kecamatan Kotawaringin Lama.
Rinciannya Desa Sabuai akan diikuti sebanyak 9 orang, Desa Natai Baru 10 orang, Desa Pangkalan Durin 10 orang, dan Kelurahan Kotawaringin Hulu 8 orang.
Mereka akan menjalani berbagai aktivitas sosial, budaya, serta pemberdayaan masyarakat bersama warga setempat.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Herson B. Aden, menyebutkan, bahwa PPAP sebagai momen berharga untuk memperluas wawasan dan menumbuhkan semangat persatuan.
“Melalui kegiatan ini, para pemuda dapat bertemu, belajar, berbagi pengalaman, serta mempererat tali persaudaraan,” ujarnya.
Peserta tidak hanya mengenal budaya lokal, namun juga menggali potensi diri dan memperkuat karakter. “PPAP bukan sekadar program, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Pemuda adalah agen perubahan yang harus kita dukung,” tambah Herson.
Bupati Kobar, Nurhidayah dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan positif bagi generasi muda. Menurutnya, kegiatan ini akan melahirkan pemuda yang kreatif, mandiri, dan berjiwa membangun.
“Kegiatan pertukaran pemuda antar provinsi bukan hanya acara seremonial, melainkan wadah nyata untuk memberi kontribusi bagi pembangunan kepemudaan, baik di daerah maupun nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Yohan, berharap program ini dapat memantik gerakan kolektif kaum muda.
“Kami ingin para pemuda membawa pulang semangat baru, menjadi jembatan persaudaraan dengan perspektif kebhinekaan, serta memperkuat persatuan nasional dari akar rumput,” jelasnya.
Dengan pelaksanaan PPAP 2025 di Kobar diharapkan seluruh peserta tak hanya membawa pulang pengalaman berharga, tetapi juga mampu menceritakan keindahan alam, budaya, dan kekayaan daerah Kabupaten Kobar atau Bumi Marunting Batu Aji kepada masyarakat di provinsi masing-masing.(NURITA/R)









