KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Akses jalan utama yang menghubungkan Sei Hanyo, Kabupaten Kapuas dan Kuala Kurun dilaporkan putus total pada Sabtu, 4 Oktober 2025.

Peristiwa ini terjadi setelah sebuah pohon besar tumbang dan tiang listrik roboh, melintang di tengah badan jalan, membuat jalur tersebut tidak dapat dilalui oleh kendaraan. 

"Laporan mengenai terputusnya akses ini mulai beredar di grup informasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kapuas pada pagi hari, berasal dari laporan warga setempat. Pihak terkait masih berkoordinasi," ungkap Salah satu pegawai Dishub.

Informasi awal yang beredar di grup Dishub Kapuas menyebutkan bahwa insiden pemutusan akses jalan ini disebabkan oleh pohon tumbang dan tiang listrik jatuh.

Data tersebut pertama kali dibagikan sekitar pukul 11:32 WIB. Namun, rincian lebih lanjut mengenai lokasi pasti dan kondisi detil di lapangan masih simpang siur saat berita ini diturunkan, dengan salah satu anggota grup menyatakan bahwa informasi detil masih belum tersedia.

Beberapa menit kemudian, informasi tambahan muncul, mengindikasikan bahwa bencana tersebut kemungkinan besar terjadi pada Jumat malam sebelumnya.

Sumber dari grup Dishub kemudian menambahkan bahwa telah terjadi longsor di kawasan Jalan Lintas Tanggirang, tepatnya sebelum memasuki Desa Sei Hanyo.

Kejadian longsor ini diduga kuat menjadi penyebab utama atau faktor pemicu tumbangnya pohon dan tiang listrik di jalur tersebut.

Kondisi cuaca buruk disinyalir menjadi biang keladi di balik serangkaian bencana alam ini. Dugaan ini diperkuat dengan adanya laporan video yang menunjukkan banjir melanda daerah Desa Dirung Koram.

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada malam hari diperkirakan telah menyebabkan tanah menjadi labil, memicu longsor di kawasan Tanggirang.

Putusnya jalur Sei Hanyo - Kuala Kurun ini berdampak signifikan pada mobilitas warga dan distribusi logistik di kedua wilayah tersebut. Kuala Kurun adalah ibu kota Kabupaten Gunung Mas, sementara Sei Hanyo menjadi penghubung penting. 

Hingga saat ini, pihak berwenang, termasuk Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya, masih berkoordinasi terkait penanganan darurat. (SABRIANOOR/R)