BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Hujan deras tanpa henti yang mengguyur Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, selama lebih dari 10 jam menyebabkan bencana banjir pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Musibah ini tak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan total akses transportasi pada ruas jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Gunung Mas, Kapuas dan Murung Raya.
Berdasarkan laporan dari warga setempat, setidaknya dua desa dilaporkan terdampak parah oleh banjir, yaitu Desa Tangirang dan Desa Dirung Koram.
Menurut Eben, salah seorang warga setempat, banjir ini disebabkan oleh meluapnya anak Sungai Taran. Intensitas hujan yang sangat tinggi selama belasan jam membuat daya tampung anak sungai tersebut tak mampu menahan debit air, sehingga air meluber dengan cepat dan merendam daerah sekitarnya.
"Hujan cukup deras semalaman, kurang lebih 10 jam," ucapnya
Kondisi parah ini juga terjadi di ruas Jalan Trans Kalimantan yang menjadi jalur vital penghubung antar kabupaten. Ruas jalan ini dilaporkan terendam dengan ketinggian air mencapai sekitar 1 meter. Kedalaman ini praktis membuat jalur tersebut tidak dapat dilalui oleh segala jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Akibat lumpuhnya Jalan Trans Kalimantan, arus transportasi dari dan menuju Kabupaten Gumas serta Murung Raya terputus total.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas) terkait musibah banjir ini. (SABRIANOOR/j)









