SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Museum Kayu Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) siap menjadi lokasi pelaksanaan Kemah Budaya yang melibatkan pelajar tingkat SMA sederajat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap budaya lokal.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotawaringin Timur, Bima Eka Wardhana, menjelaskan bahwa Kemah Budaya direncanakan akan dilaksanakan pada bulan November atau Desember mendatang.

"Kemah Budaya akan dilaksanakan pada November atau Desember, tapi biasanya November," ujarnya, Sabtu, 4 Oktober 2025.

Menurut Bima, Kemah Budaya akan berlangsung selama dua hari dengan target peserta sebanyak 100 orang yang merupakan perwakilan dari berbagai sekolah. Para peserta akan berkemah di halaman museum sambil belajar dan mempelajari benda-benda bersejarah yang ada di museum.

"Evaluasi tahun lalu, berjalan bagus saja. Hanya terkendala musim hujan, jadi kadang-kadang tergenang air. Tapi kita coba nanti lakukan pemasangan paving di halaman museum kayu sehingga untuk camping bisa lebih enak. Pihak sekolah merespons baik kegiatan ini," imbuh Bima.

Persiapan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran acara, termasuk perbaikan fasilitas di area perkemahan. Dengan adanya Kemah Budaya ini, diharapkan generasi muda semakin mencintai dan melestarikan warisan budaya daerah. (DEVIANA/j)