BORNEONEWS, Sampit – Seekor trenggiling hasil evakuasi petugas Disdamkarmat Kotim dari dalam peti kemas di Pelabuhan Pelindo Terminal Peti Kemas Bagendang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akhirnya dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit.
Pelepasliaran tersebut dilakukan pada Jumat, 3 Oktober 2025, setelah pihaknya memastikan kondisi satwa dilindungi tersebut dalam keadaan sehat.
“Satu hari setelah serah terima dari Damkar, kami langsung melakukan kunjungan ke Pelabuhan Pelindo Terminal Peti Kemas Bagendang. Berdasarkan keterangan petugas Pelindo, trenggiling itu ditemukan oleh petugas yang sedang bertugas di area pelabuhan, lalu diamankan di sebuah peti kemas sebelum diserahkan kepada BKSDA,” kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah, Sabtu, 4 Oktober 2025.
Ia menambahkan, trenggiling tersebut telah dilepasliarkan di kawasan hutan di wilayah Kotim yang dinilai aman dan jauh dari aktivitas masyarakat.
“Area ini sangat cocok untuk pelepasliaran, karena banyak terdapat sumber makanan alami trenggiling dan minim gangguan manusia,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Rabu, 1 Oktober 2025, BKSDA Resort Sampit menerima trenggiling hasil evakuasi dari petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim serta komunitas pecinta reptil.
Awalnya sempat muncul dugaan bahwa satwa tersebut merupakan hasil penyelundupan, karena ditemukan di dalam peti kemas di area pelabuhan. Namun, hasil penelusuran BKSDA mengungkap fakta berbeda setelah dilakukan pemeriksaan lapangan.
Muriansyah menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Manajer Operasi Pelindo Dedi dan Safety Officer Andriansyah untuk memastikan kronologis kejadian.
Berdasarkan keterangan petugas pelabuhan, trenggiling ditemukan pada Selasa malam, 30 September 2025, oleh tiga petugas yakni Samsudin (security), Bahril, dan Muhitun, yang melihat satwa tersebut berkeliaran di area terminal peti kemas.
“Satwa itu kemudian diamankan dengan cara dimasukkan ke dalam karung agar tidak lepas. Karena khawatir membahayakan, karung berisi trenggiling itu ditempatkan di dalam peti kemas kosong,” imbuhnya.
Keesokan harinya, pihak Pelindo melaporkan penemuan tersebut ke Karantina Hewan, dan pada sore harinya petugas Disdamkarmat Kotim bersama anggota komunitas reptil datang untuk melakukan evakuasi. (DEWI PATMALASARI/j)









