KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Warga di Barabai Kota, Kalimantan Selatan, belakangan ini mengeluhkan pemakaian gas elpiji yang jauh lebih boros dari biasanya. Keluhan ini viral di media sosial, menyebar di kalangan masyarakat Kapuas, Banjarmasin, dan sekitarnya, menimbulkan kewaspadaan terhadap kualitas dan isi tabung gas yang beredar di pasaran.

Seorang warga Barabai yang menjadi sumber utama keluhan ini, yang identitasnya tidak disebutkan, mengungkapkan perbedaan signifikan dalam masa pakai gas. 

"Kalau pemakaian normal biasanya dua minggu baru habis, ini hanya satu minggu, sudah habis," tulisnya di sebuah grup relawan Kalsel pada Sabtu, 5 Oktober 2025.

Durasi pemakaian yang terpangkas setengah ini menimbulkan dugaan adanya praktik curang pada isi atau kondisi tabung gas yang diterima.

Warga tersebut menjelaskan bahwa ciri-ciri fisik yang membedakan gas yang cepat habis adalah adanya beberapa plat besi di sekitar tabung gas. Ia membandingkannya dengan tabung gas normal (yang ia sebut "kadada wasinya") yang memiliki daya tahan pakai hingga dua minggu, sesuai dengan masa pakai normalnya.

Keluhan ini menjadi bahan evaluasi serius yang ditujukan kepada agen gas dan pengawas perdagangan setempat. Masyarakat mendesak agar segera dilakukan pemeriksaan dan penelusuran terhadap suplai gas yang masuk ke wilayah Barabai dan sekitarnya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa warga menerima gas elpiji dengan takaran dan kualitas yang sesuai standar.

Menanggapi keluhan yang ramai beredar ini, warga di Kapuas dan Banjarmasin kini turut diwanti-wanti untuk lebih berhati-hati saat membeli tabung gas. Masyarakat diimbau untuk memeriksa kondisi fisik tabung sebelum bertransaksi dan segera melaporkan kepada pihak berwajib atau Pertamina jika menemukan indikasi kecurangan, terutama pada tabung dengan ciri-ciri yang disebutkan.

Dugaan adanya plat besi di tabung yang memengaruhi masa pakai gas ini membutuhkan investigasi mendalam dari pihak berwenang, termasuk Kementerian Perdagangan dan kepolisian. (SABRIANOOR/H)