KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Fenomena alam tak terduga berupa hujan es disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Butiran es berjatuhan bersamaan dengan hujan deras dan tiupan angin kencang, membuat sejumlah warga setempat terkejut karena mengaku tidak menerima peringatan dini.

Peristiwa ini segera menjadi perhatian publik, terutama setelah munculnya laporan bahwa banyak warga yang tidak siap menghadapi cuaca ekstrem tersebut. Hujan es merupakan fenomena yang jarang terjadi di wilayah tropis seperti Kalteng, sehingga dampaknya dirasakan mengejutkan dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Dadahup.

Menanggapi berita ini dan klaim warga yang merasa tidak mendapat pemberitahuan, pihak BMKG Palangka Raya memberikan klarifikasi. Forecaster BMKG Palangka Raya, Chandra Mukti Wijaya, menegaskan bahwa peringatan dini sebenarnya sudah disebarkan jauh sebelum kejadian berlangsung.

"Menanggapi berita ini sebenarnya BMKG sudah memberikan peringatan dini ke seluruh stakeholder se-Kalteng dan menyebarkan ke grup-grup WA jam 13.00 siang, jauh sebelum adanya angin kencang atau hujan es," ungkap Chandra Mukti Wijaya pada Minggu, 5 Oktober 2025, kepada Borneonews.

Klarifikasi ini menunjukkan adanya potensi disrupsi atau ketidaksampaian informasi dari stakeholder kepada masyarakat umum.

BMKG Palangka Raya lantas menyarankan masyarakat untuk lebih proaktif dalam mencari informasi prakiraan cuaca sebagai langkah antisipasi. Chandra Mukti Wijaya menganjurkan agar masyarakat Kalimantan Tengah dapat bergabung ke Grup Informasi Cuaca Kalteng, bahkan menyebutkan bahwa BMKG Palangka Raya telah memiliki saluran yang terintegrasi langsung ke WhatsApp untuk memudahkan penyebaran informasi.

Langkah proaktif dari BMKG ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan informasi, sehingga peringatan dini yang dikeluarkan dapat diterima oleh masyarakat luas, khususnya di wilayah-wilayah yang rentan terhadap cuaca ekstrem. Kesigapan masyarakat dalam menyimak prakiraan cuaca menjadi kunci penting untuk meminimalisir dampak dan kerugian akibat fenomena alam yang mendadak. (SABRIANOOR/H)