KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin -  Kota Banjarmasin, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, baru saja merayakan hari jadinya yang ke-499 tahun. Usia yang sangat matang ini menjadikan Banjarmasin salah satu kota tertua di Indonesia, dengan sejarah yang berakar pada periode kejayaan kesultanan Banjar di masa lampau.

Sejarah resmi pendirian kota ini diungkap dalam buku berjudul “Banjarmasih” karya Professor Idward Saleh. Berdasarkan kajian sejarah yang mendalam, buku tersebut secara tegas menyatakan bahwa Kota Banjarmasin secara resmi didirikan pada hari Rabu, tanggal 24 September 1526. Tanggal keramat ini kemudian ditetapkan sebagai hari lahir kota.

Tanggal 24 September 1526 bukan sekadar tanggal biasa. Hari itu menandai hari kemenangan besar Pangeran Samudera, yang kemudian dikenal sebagai Sultan Suriansyah, raja pertama Kesultanan Banjar. Kemenangan ini merupakan titik balik penting dalam sejarah Banjar, mengukuhkan kekuasaan Sultan Suriansyah dan memindahkan pusat pemerintahan.

Professor Idward Saleh dalam bukunya menjelaskan bahwa pada hari kemenangan tersebut, terjadi penyerahan regalia atau lambang-lambang kekuasaan kerajaan. Regalia ini, yang asalnya berpusat di Kerajaan Daha, secara simbolis dan politis dipindahkan menjadi pemusatan baru di Kerajaan Banjar yang berlokasi di Bandarmasih (nama kuno Banjarmasin).

"Pada hari tersebut diserahkan regalia (lambang lambang kekuasaan) yang asalnya berpusat di Kerajaan Daha menjadi pemusatan baru di Kerajaan Banjar yang berada di Bandarmasih," tulis Idward Saleh dalam bukunya.

Perpindahan pusat kekuasaan dari Daha ke Bandarmasih menandai kelahiran sebuah entitas politik baru yang kuat, yang kemudian berkembang menjadi Kesultanan Banjar. 

Banjarmasih yang terletak strategis di pertemuan sungai menjadi pusat perdagangan dan politik yang berkembang pesat. Keputusan Sultan Suriansyah ini secara efektif mendirikan fondasi bagi kota Banjarmasin modern.

Usia yang hampir mencapai lima abad ini mencerminkan peranan Banjarmasin yang tak terpisahkan dari sejarah Nusantara, khususnya dalam hal perdagangan maritim, penyebaran agama Islam, dan pusat kebudayaan. Kota ini telah melewati berbagai era, dari masa kesultanan hingga perjuangan kemerdekaan, menjadikannya simpul peradaban di Kalimantan.

Perayaan hari jadi ke-499 bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga momen refleksi bagi seluruh masyarakat. Dengan sejarah yang sedemikian tua dan kaya, Banjarmasin diharapkan terus mempertahankan identitasnya sebagai Kota Seribu Sungai sekaligus menjaga warisan budaya dan sejarah yang ditinggalkan oleh para pendiri Kesultanan Banjar. (SABRIANOOR/H)