KUALA KAPUAS –

BORNRONEWS, Kuala Kapuas - Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit sering kali dipadati pasien dengan berbagai tingkat keparahan. Dalam situasi yang memerlukan pengambilan keputusan cepat, peran triase menjadi sangat krusial. Sistem ini bukan hanya sekadar proses administrasi, tetapi merupakan penentu utama keselamatan dan prioritas penanganan pasien.

Triase, yang secara harfiah berarti 'menyortir' atau 'memilih', adalah metode cepat untuk mengklasifikasikan pasien berdasarkan tingkat keparahan cedera atau penyakitnya, serta kemungkinan respons terhadap pengobatan. Hal ini dijelaskan oleh dr. Krisma Aulia, dokter yang bertugas di IGD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas.

Menurut dr. Krisma, tujuan utama triase adalah memastikan pasien yang paling kritis dan memiliki potensi ancaman nyawa mendapatkan penanganan medis paling cepat. 

"Triase memastikan bahwa penanganan didasarkan pada kebutuhan medis, bukan pada urutan kedatangan," tegasnya, Minggu, 5 Oktober 2025. Prinsip ini sangat penting untuk memaksimalkan peluang pasien selamat dalam kondisi kegawatdaruratan.

Empat Kategori Warna Triase

Secara umum, triase menggunakan empat kategori warna untuk membedakan prioritas penanganan pasien. Kategori Merah diperuntukkan bagi pasien kritis yang membutuhkan intervensi penyelamat nyawa segera. Kategori Kuning adalah pasien dengan kondisi serius yang memerlukan pengobatan cepat, tetapi stabil. Sementara kategori Hijau adalah pasien dengan cedera ringan yang bisa menunggu, dan kategori Hitam diberikan pada pasien yang sudah meninggal atau luka fatal yang tidak mungkin diselamatkan.

Proses triase di IGD dilakukan oleh perawat atau dokter terlatih segera setelah pasien tiba. Dokter Krisma menjelaskan bahwa tim triase akan melakukan penilaian cepat terhadap pernapasan, sirkulasi (nadi dan tekanan darah), dan status kesadaran pasien. Penilaian ini harus selesai dalam hitungan menit untuk menentukan jalur penanganan selanjutnya.

Masyarakat seringkali salah paham, mengira penanganan yang lebih lama berarti diabaikan. Dr. Krisma menekankan, jika seorang pasien dengan luka ringan (Hijau) harus menunggu lama, itu berarti tim medis sedang fokus pada pasien kategori Merah atau Kuning yang kondisi hidup-matinya di ujung tanduk. 

"Kesabaran masyarakat dalam memahami sistem triase ini sangat membantu kelancaran kerja tim medis," harapnya.

Oleh karena itu, dr. Krisma Aulia mengimbau masyarakat untuk memahami bahwa sistem triase merupakan prosedur standar medis global yang dirancang untuk menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat mendukung efektivitas kerja tim IGD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dalam menghadapi setiap kasus kegawatdaruratan. (SABRIANOOR/H)