SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Wakil Ketua I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Juliansyah menyebut Kotim memiliki potensi untuk menjadi ibu kota provinsi baru apabila terjadi pemekaran wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Kalau memang terjadi pemekaran, selain Pangkalan Bun, Kotim pun dilirik untuk ibu kota provinsi. Sudah ada gambaran itu. Namun tentu semuanya akan dipelajari lebih lanjut oleh pemerintah pusat,” kata Juliansyah,  Senin, 6 Oktober 2025.

Dirinya mengapresiasi pemerintah telah memilih Kotim menjadi Markas Korem 102 Panju Panjung. Hal ini tentu menjadi langkah strategis ke depan untuk daerah ini.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kotim tersebut menegaskan, pihaknya mendukung penuh visi dan langkah Gubernur Kalteng, baik sejak masa kepemimpinan Sugianto Sabran hingga Agustiar Sabran, yang dinilai memiliki semangat kuat dalam mendorong pemerataan pembangunan daerah.

Lanjutnya, terkait rencana pemekaran, Juliansyah menyebut kemungkinan besar pembahasannya akan mengemuka pada tahun 2027–2028, seiring dengan program pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

"Nanti kita lihat 2027-2028 karena kita mendengar Presiden Prabowo akan memikirkan kembali terkait hal itu (pemekaran wilayah). Namun saat ini Pak Prabowo tahun 2026 akan fokus dengan visi misinya terkait makan bergizi gratis, selain itu berjenjang," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)