BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selain sebagai pameran pembangunan, Kobar Expo 2025 di Stadion Sepak Bola Sport Center Pangkalan Bun yang digelar Pemkab Kotawaringin Barat sejak 5 hingga 12 Oktober 2025 juga bertujuan sebagai wadah promosi bagi pelaku usaha lokal.
Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah, Senin, 6 Oktober 2025 mengatakan, Kobar Expo tahun ini diikuti oleh 80 stand dari berbagai unsur, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, BUMN/BUMD, dan sektor swasta.
Selain itu, terdapat pula 120 pelapak UMKM yang menampilkan produk unggulan lokal, seperti kuliner khas, kerajinan tangan, serta hasil olahan pertanian dan perikanan.
“Kobar Expo bukan sekadar pameran, tetapi merupakan cerminan dari hasil pembangunan dan potensi daerah yang terus tumbuh. Melalui kegiatan ini, kita ingin memperluas peluang pasar bagi produk dalam negeri serta memperkuat peran UMKM dan IKM dalam roda ekonomi daerah,” jelasnya.
Bupati mengatakan, pertumbuhan ekonomi daerah menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi hal yang sangat ditekankan dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Kobar Expo 2025 juga menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan hasil pembangunan daerah serta mendorong kreativitas masyarakat dalam menciptakan inovasi produk lokal.
"Karena melalui kegiatan yang berlangsung selama 8 hari ini, diharapkan terjadi peningkatan transaksi ekonomi dan munculnya kemitraan baru antara pelaku usaha lokal dengan investor maupun konsumen dari luar daerah. Harapannya Kobar Expo bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi daerah. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kita optimistis Kotawaringin Barat mampu bersaing dan tumbuh lebih kuat di masa depan,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/R)









