KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kapuas terus berupaya mewujudkan pembinaan positif bagi warga binaan melalui kegiatan praktis, salah satunya adalah penanaman bawang prei di area lahan produktif rutan. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian yang bermanfaat.

Proses penanaman bawang prei dilakukan warga binaan di bawah pengawasan petugas rutan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menjunjung tinggi semangat kerja sama dan gotong royong, menciptakan lingkungan yang suportif. Selain menambah wawasan mengenai teknik bercocok tanam, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi warga binaan untuk melakukan aktivitas produktif selama menjalani masa pidana.

Kepala Rutan Kapuas, Daniel Kristianto, menyampaikan bahwa pembinaan melalui bidang pertanian ini bukan sekadar mengisi waktu, melainkan upaya nyata untuk mempersiapkan warga binaan. 

"Tujuannya adalah agar mereka memiliki keterampilan yang bisa diaplikasikan setelah bebas nanti. Dengan bekal ini, mereka diharapkan lebih siap kembali ke masyarakat dengan memiliki bekal kemampuan kerja yang positif," ungkapnya, Senin, 6 Oktober 2025.

Lebih dari sekadar bekal skill, penanaman bawang prei ini juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan dapur rutan. Hasil panen yang melimpah dapat dimanfaatkan secara internal untuk menunjang kebutuhan konsumsi rutan, sekaligus meningkatkan kemandirian pangan warga binaan secara keseluruhan.

Selain itu, jika hasil panen melebihi kebutuhan internal, kelebihan tersebut dapat berpotensi menjadi peluang usaha sederhana yang bernilai ekonomis. Hal ini secara langsung mengajarkan warga binaan tentang proses produksi, manajemen hasil, dan potensi kewirausahaan dari sektor pertanian.

Melalui kegiatan pembinaan yang berkelanjutan ini, Rutan Kapuas berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang bermanfaat, baik dari sisi peningkatan keterampilan maupun pembentukan mental positif. Diharapkan, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga yang mampu membuka peluang kehidupan yang lebih baik dan mandiri di masa depan. (SABRIANOOR/j)