BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Tantawi Jauhari, menegaskan bahwa harga tabung gas elpiji 3 kilogram atau yang dikenal dengan gas melon harus tetap terjangkau bagi masyarakat kecil.
Ia menyebut, ketersediaan dan keterjangkauan harga gas bersubsidi merupakan hal penting dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga di Kota Palangka Raya.
Menurut Tantawi, tabung gas 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok yang sangat vital bagi masyarakat menengah ke bawah. Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah daerah bersama pihak terkait memastikan distribusi gas subsidi berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Jangan sampai ada permainan harga atau penimbunan yang merugikan masyarakat. Gas 3 kilogram ini memang diperuntukkan bagi warga berpenghasilan rendah,” ujarnya, Senin, 6 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, harga gas melon di beberapa titik di Kota Palangka Raya masih cukup stabil, namun di sejumlah kawasan pinggiran sempat ditemukan harga yang sedikit di atas ketentuan. Hal itu, menurutnya, perlu segera disikapi agar tidak memberatkan masyarakat.
Tantawi menilai, pengawasan distribusi gas harus diperkuat dengan keterlibatan aparat pemerintah hingga tingkat kelurahan. Ia juga mendorong agar pihak agen dan pangkalan gas mematuhi ketentuan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
“Kalau semua pihak disiplin, maka harga di lapangan akan stabil dan masyarakat tidak terbebani,” tegasnya.
Ia tambahkan menjelang momen Natal dan Tahun Baru. Menurutnya, kebutuhan gas cenderung meningkat pada akhir tahun sehingga perlu antisipasi lebih awal agar tidak terjadi kelangkaan.
“Biasanya menjelang hari besar, konsumsi meningkat. Pemerintah harus pastikan pasokan cukup dan harga tetap terkendali,” ujarnya.
Selain itu, Tantawi mengingatkan masyarakat agar tidak membeli gas 3 kilogram di luar jalur resmi yang berpotensi menjual dengan harga lebih tinggi. Ia menyarankan warga membeli di pangkalan resmi yang telah ditetapkan pemerintah.
“Jangan tergiur membeli di pedagang eceran kalau harganya jauh lebih mahal. Lebih baik di pangkalan agar sesuai harga dan aman,” imbaunya.
Ia juga menekankan, pentingnya kesadaran sosial dari kalangan masyarakat menengah ke atas agar tidak menggunakan gas bersubsidi.
“Subsidi ini diperuntukkan bagi masyarakat kecil. Kalau orang mampu ikut memakai, yang benar-benar membutuhkan bisa kesulitan. Jadi mari kita sama-sama sadar dan bijak,” katanya.
Tantawi Jauhari juga berharap agar ke depan sistem distribusi gas bersubsidi semakin transparan dan diawasi ketat.
“Gas 3 kilogram harus tetap menjadi simbol keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil. Selama pendistribusian berjalan baik dan harga tetap terjangkau, maka stabilitas ekonomi rumah tangga akan terjaga,” pungkasnya. (MARINI/j)









