TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Barito Timur, kembali menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan ibu hamil, Senin, 6 Oktober 2025.

Kepedulian tersebut ditunjukkan melalui program Triple S atau Segenggam Beras, Sebutir Telur dan Seribu Rupiah, untuk ibu hamil dengan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Desa Matabu, Kecamatan Dusun Timur.

Program sosial ini merupakan hasil gerakan donasi internal ASN di lingkungan DP3AKB dan Balai Penyuluh KB yang dimulai sejak 29 September 2025. Bantuan dikumpulkan secara sukarela, lalu disalurkan langsung kepada penerima manfaat dengan melibatkan tenaga gizi dan bidan dari Puskesmas Edison Jaar, kader posyandu, serta Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dari Balai Penyuluh KB Dusun Timur.

Selain menyalurkan bantuan Triple S, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian makanan tambahan (PMT) lokal yang diolah langsung oleh kader posyandu bersama tenaga kesehatan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan gizi ibu hamil agar terhindar dari risiko KEK serta menekan angka stunting sejak dini.

Plt Kepala DP3AKB Barito Timur, Hotmaria Damanik, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian ASN terhadap kesehatan ibu dan anak, khususnya bagi ibu hamil dengan kondisi gizi kurang.

“Melalui program Triple S ini, kami berharap dapat membantu pemenuhan kebutuhan protein dan energi bagi ibu hamil. Kecukupan gizi selama masa kehamilan sangat penting agar bayi dalam kandungan tumbuh sehat dan terhindar dari risiko stunting,” ujar Hotmaria.

Ia menambahkan, semangat gotong royong yang diwujudkan dalam program sederhana ini diharapkan dapat menular ke masyarakat luas dan menjadi contoh bagi instansi lain untuk turut berperan aktif dalam menekan kasus stunting.

“Gerakan kecil ini bisa menjadi awal dari perubahan besar. Kami ingin menumbuhkan kepedulian sosial bahwa membantu sesama, terutama ibu hamil, berarti ikut menjaga masa depan generasi Barito Timur,” tambahnya.

Melalui inisiatif tersebut, DP3AKB Barito Timur berupaya membangun kesadaran bersama bahwa perbaikan gizi ibu hamil bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi nyata dari seluruh lapisan masyarakat. Program Triple S pun menjadi simbol solidaritas ASN untuk masa depan anak-anak yang lebih sehat dan kuat di Kabupaten Barito Timur. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)