KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin langsung merespons cepat laporan mengenai satu orang yang tenggelam di Sungai Martapura, tepatnya di kawasan Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Insiden ini terjadi pada Senin, 6 Oktober 2025, sore, dengan laporan resmi diterima Basarnas pada pukul 18.45 Wita.

Korban diidentifikasi bernama Abizar (20 tahun, laki-laki), warga Sungai Jingah, Kabupaten Banjar. Berdasarkan informasi yang diterima dari teman korban, Bapak Enoy, Abizar dilaporkan tenggelam sekitar pukul 17.13 Wita saat sedang belajar berenang. Saksi menyebutkan bahwa korban mencoba berenang ke tengah sungai ketika kondisi air sedang surut, namun kuatnya arus sungai membuat korban terseret hingga akhirnya hilang di permukaan air.

Menindaklanjuti laporan darurat tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Banjarmasin yang terdiri dari 10 personel segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 19.05 Wita. Tim dilengkapi dengan sarana lengkap, termasuk Rescue Car D-Max, perahu karet bermesin, alat komunikasi, alat selam, serta peralatan canggih Aqua Eye untuk mendukung pencarian di bawah permukaan air.

Tim diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 20.05 Wita, mengingat jarak tempuh kurang lebih 32 kilometer dari markas Basarnas Banjarmasin. Selain personel Basarnas, operasi pencarian ini juga melibatkan unsur gabungan dari BPBD Kabupaten Banjar dan Damkar Kabupaten Banjar, menunjukkan sinergi dalam upaya penyelamatan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana,  menyampaikan bahwa strategi pencarian akan difokuskan pada dua metode utama yaitu penyisiran di permukaan air menggunakan perahu karet, serta pencarian bawah air menggunakan peralatan selam dan Aqua Eye. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah, mendukung kelancaran operasi di malam hari.

"Kami akan berupaya semaksimal mungkin dengan dukungan dari unsur SAR lainnya untuk menemukan korban secepatnya," ungkapnya.

Basarnas terus berkoordinasi erat dengan aparat setempat dan keluarga korban guna memastikan operasi pencarian terhadap satu korban dalam pencarian (DP) ini berjalan efektif dan aman. (SABRIANOOR/y)