SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Museum Kayu Sampit, yang menjadi kebanggaan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas koleksinya. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melestarikan sejarah dan budaya daerah, serta menarik minat wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim Bima Ekawardhana mengungkapkan bahwa pihaknya secara aktif melakukan inventarisasi dan pencarian benda-benda cagar budaya di wilayah tersebut. 

"Ya, kita yang pertama mencari sambil kita mendata benda-benda cagar budaya yang ada di daerah," katanya, Senin, 6 Oktober 2025.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan pihaknya menginformasikan kepada masyarakat apabila menemukan atau memiliki benda-benda bersejarah yang diduga cagar budaya itu agar bisa diserahkan ke Disbudpar Kotim. 

Saat ini, Museum Kayu Sampit memiliki sekitar 200 item koleksi yang beragam. Koleksi tersebut mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah Kotim. 

 "Koleksi ada 200 item. Ada benda seperti perabot rumah tangga, seni, budaya. Termasuk masa kejayaan perusahaan kayu NV Bruynzeel Dayak Houtbedrijven (BDH) atau yang lebih dikenal dengan sebutan "Brengsel" atau "Brensel," ucapnya. 

Museum Kayu Sampit didirikan pada 6 Oktober 2004, untuk mengenang masa kejayaan perusahaan tersebut Brengsel, yang berdiri pada tahun 1948. Kehadiran Brensel memberikan dampak besar terhadap perkembangan Kota Sampit, membuka lapangan kerja, dan menarik minat para pencari kerja dari berbagai daerah. (DEVIANA/y)