SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyerahkan penghargaan kepada siswa berprestasi dan para pendamping dari SMP Negeri 1 Sampit yang berhasil meraih Gold Award pada ajang World Sustainable Development Goal (WSDG) Challenge 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 24–28 September 2025.

“Ini merupakan kebanggaan luar biasa bagi Kabupaten Kotawaringin Timur. Anak-anak kita telah membawa nama daerah di tingkat internasional dan membuktikan bahwa generasi Kotim mampu berdaya saing global,” ujar Halikinnor, Selasa, 7 Oktober 2025.

Halikinnor berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Kotim untuk terus berkarya, berinovasi, dan menjunjung tinggi nilai integritas dalam setiap langkah.

“Semoga prestasi ini memotivasi anak-anak lainnya agar terus berinovasi dan berkontribusi untuk kemajuan pendidikan di Kotim,” tambahnya.

Selain penghargaan berupa piagam, para siswa dan pembimbing juga menerima uang pembinaan sebesar Rp10 juta sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kotim.

Kepala SMPN 1 Sampit, Suyoso, mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi dari Pemerintah Daerah. Menurutnya, penghargaan dari Bupati memiliki nilai penting tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru pembimbing dalam pengembangan karier ke depan.

“Piagam penghargaan dari Bupati menjadi bentuk pengakuan tertinggi. Selain itu, uang pembinaan yang diberikan juga menjadi motivasi tambahan bagi siswa untuk terus berprestasi,” kata Suyoso.

Ia menjelaskan, inovasi produk yang dikembangkan siswa tak hanya dinilai unggul, tetapi juga berhasil memukau dewan juri internasional karena kemampuan presentasi dan penyampaian ide yang sangat baik.

“Anak-anak tak hanya menghasilkan inovasi hebat, tetapi juga mampu mempresentasikannya dengan percaya diri dan profesional,” tambahnya.

Suyoso menambahkan, SMPN 1 Sampit memiliki komitmen kuat dalam membina siswa di bidang riset dan inovasi. Saat ini, sekolah tersebut tengah membina 19 tim peneliti lain yang sedang berjuang dalam berbagai kompetisi.

Sebelumnya diberitakan, tim dari SMPN 1 Sampit berhasil mengharumkan nama Indonesia setelah membawa pulang 4 penghargaan internasional di ajang World Sustainable Development Goal (WSDG) Challenge 2025 di Cyberjaya, Malaysia. 

Penghargaan yang diraih antara lain gold award innovasi product herbal "gelinggang" extraction gelinggang leaf, gold award best innovation data presentation kemudian best innovation sustainable meraih gold award best Supervisor academic dan gold award innovative & inspirative educator.

Kompetisi yang digelar oleh Multimedia University Malaysia dan Malaysia Young Scientists Organization ini diikuti lebih dari 4.000 peserta dari 20 negara di Asia, Eropa, dan Amerika.

Dua peneliti muda SMPN 1 Sampit, Elena Giselle Lantan dan Ilonka Rezky Hizkya, sukses mempresentasikan karya penelitian bertema inovasi obat tradisional Dayak berbahan tanaman gelinggang untuk mengatasi gatal dan ketombe.

Dalam proses riset dan presentasi, SMPN 1 Sampit berkolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya Kepala SMK Ambarwati Esther Rachmadiasari sebagai pembimbing presentasi dan penelitian, Lisa Damayanti dari Labkesda sebagai pembimbing laboratorium, Sukarman selaku pembimbing analist research Metodology dari R&D Departement Wilmar Kalteng serta Yuli Karyati guru pemibimbing bahasa Inggris dari SMPN 1 Sampit. (DEWI PATMALASARI/j)