PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengeluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kondisi ini terlihat dari sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang sempat kehabisan stok, hingga menyebabkan antrean panjang ketika pasokan kembali tersedia.

Sales Branch Manager Kalteng PT Pertamina Patra Niaga, Joseph Farel, menjelaskan bahwa kelangkaan tersebut disebabkan oleh dua faktor utama, yakni peningkatan permintaan (demand) BBM yang signifikan serta keterlambatan pasokan akibat kondisi cuaca.

“Peningkatan demand terjadi karena adanya rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun ke-66 Kabupaten Kotawaringin Barat. Ditambah lagi dengan kehadiran guest star penyanyi nasional Judika, masyarakat dari berbagai daerah berbondong-bondong datang ke Pangkalan Bun,” ujar Joseph Farel, Selasa, 7 Oktober 2025.

Selain itu, keterlambatan distribusi BBM juga menjadi penyebab utama berkurangnya stok di lapangan.

“Pasokan BBM dikirim dari Kota Baru, Banjarmasin, dan dijadwalkan tiba pada 4 Oktober. Namun karena adanya kendala cuaca dan pendangkalan sungai, kapal baru bisa tiba hari ini,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi dan mempercepat pemulihan stok, Pertamina Patra Niaga telah melakukan sejumlah langkah tindak lanjut.

Sejak 1 Oktober 2025, Pertamina melakukan alih suplai ke Integrated Terminal (IT) Sampit guna menjaga ketersediaan BBM di wilayah Kobar.

“Hari ini kapal dengan kargo 1.500 kiloliter Pertamax sudah tiba di Fuel Terminal (FT) Pangkalan Bun dan mulai didistribusikan siang ini. Sementara kapal dengan kargo 2.000 kiloliter Pertalite diperkirakan akan tiba besok pagi,” terang Joseph.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah menambah jam operasional di FT Pangkalan Bun untuk memaksimalkan penyaluran ke SPBU.

“Dengan langkah ini, kami berharap distribusi BBM kembali normal dalam waktu dekat dan masyarakat bisa mendapatkan BBM tanpa antrean panjang,” pungkasnya. (DANANG/j)