KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas -  Bencana alam berupa angin puting beliung disertai hujan es secara tiba-tiba di wilayah Kecamatan Kapuas Murung dan Kecamatan Dadahup beberapa waktu lalu telah disikapi serius Pemkab Kapuas.

Pemkab Kapuas menggelar Rapat Tindak Lanjut Penanganan Bencana pada Senin kemarin yang dipimpin langsung Sekda Kapuas, Usis I Sangkai.

Dalam rapat tersebut diketahui prioritas Pemkab Kapuas saat ini adalah memastikan penanganan bencana dilakukan secara cepat, tepat, dan transparan, agar 149 KK yang terdampak dapat segera pulih dan kembali menempati rumah yang layak huni.

Kepala Dinas PKPP Kapuas, Yan Hendri Ale menyampaikan bahwa proses pendataan jumlah pasti rumah terdampak dan kebutuhan warga masih terus berlangsung. 

"Proses pendataan ini harus benar-benar akurat, sehingga kebijakan yang sudah ditetapkan dan dilaksanakan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Data yang valid akan memastikan bahwa bantuan yang disalurkan tepat sasaran," ungkapnya, Selasa, 7 Oktober 2025.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kapuas, sedikitnya 143 unit rumah di dua kecamatan tersebut mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat. Dampak bencana ini juga meluas hingga memengaruhi 149 Kepala Keluarga (KK). 

Tidak hanya rumah warga, bencana ini juga merusak 17 fasilitas umum yang sangat vital bagi masyarakat. Fasilitas yang dilaporkan rusak meliputi balai desa, sekolah, dan puskesmas. Selain kerugian material, satu warga di Desa Suka Rela juga dilaporkan mengalami luka ringan, menambah daftar dampak yang harus segera ditangani oleh pemerintah daerah. (SABRIANOOR/j)