KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kasus orang hilang kembali terjadi di kawasan Sei Ahas, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas.

Kali ini menimpa seorang tenaga kerja lapangan di lokasi proyek Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Kanal D.

Korban diketahui bernama Malkan (49), yang merupakan karyawan dari CV. Synergi Inti Utama, dan terakhir diketahui bekerja pada Senin, 6 Oktober 2025.

Laporan resmi mengenai hilangnya Malkan telah disampaikan oleh pihak perusahaan, CV. Synergi Inti Utama, kepada Kepala Desa Sei Ahas, Mantangai, pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Dalam surat resminya, perusahaan mengonfirmasi bahwa Malkan, dengan jabatan Tenaga Kerja Penanaman Lapangan, saat ini tidak diketahui keberadaannya dan belum dapat dihubungi. Pihak perusahaan memohon bantuan agar informasi ini dapat ditindaklanjuti.

Korban diketahui beralamat di Jalan A. Yani Gang Sawo RT.03/RW.03, Desa Sebangau Permai, Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau.

Terakhir kali korban diketahui berada di lokasi proyek rehabilitasi DAS Kanal D di Desa Sei Ahas pada hari Senin, 6 Oktober 2025.

Merespons laporan tersebut, upaya pencarian segera dikoordinasikan. Informasi dari relawan menyebutkan bahwa BASARNAS (Badan SAR Nasional) sudah tiba di Kantor BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Kapuas pada Selasa malam, 7 Oktober 2025, untuk persiapan operasi. 

"Tim gabungan yang terdiri dari Tim SAR Provinsi dan rekanan BPBD dijadwalkan akan segera diturunkan ke lokasi pada keesokan harinya," ungkap Yud, Koordinator relawan Kapuas.

Kejadian hilangnya Malkan ini menambah daftar panjang insiden orang hilang di kawasan tersebut. Percakapan di kalangan relawan menyinggung bahwa sebelumnya seorang warga dari Sei Kayu juga dilaporkan hilang dan hingga kini belum ditemukan. 

Sebelumnya, kawasan ini juga pernah menjadi lokasi hilangnya seorang mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) dari Banjarmasin, yang sayangnya ditemukan hanya berupa sisa tulang belulang.

Rentetan kasus ini menunjukkan adanya tantangan serius dalam aspek keamanan dan keselamatan di wilayah Sei Ahas dan sekitarnya.

Wilayah ini dikenal memiliki medan yang sulit, seperti yang dialami dalam operasi evakuasi mahasiswa sebelumnya, yang dilaporkan memakan waktu lama dari pagi hingga maghrib.

Kondisi geografis yang ekstrem diyakini menjadi salah satu faktor yang menyulitkan upaya pencarian.

Pihak perusahaan, CV. Synergi Inti Utama, dalam laporannya juga telah menembuskan surat ini kepada Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Mantangai dan Camat Mantangai sebagai laporan awal untuk proses tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. (SABRIANOOR/R)