BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Palangka Raya, Hadi Suwandoyo angkat bicara terkait penerapan sistem perparkiran non-tunai di Duta Mall Palangka Raya.
Ia menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan oleh pihak manajemen mall, baik melalui media cetak maupun elektronik, mengingat sistem ini merupakan hal baru bagi masyarakat kota.
Hadi secara aktif menghimbau setiap pengunjung dan masyarakat untuk mulai melakukan pembayaran atau transaksi parkir menggunakan uang elektronik atau non-tunai.
Menurutnya metode ini menawarkan kemudahan, kecepatan, modernitas, dan akuntabilitas yang lebih baik dalam pengelolaan parkir.
Meskipun menyadari bahwa masih ada sebagian masyarakat yang belum terbiasa dengan sistem ini, Suwandoyo optimis bahwa seiring berjalannya waktu, semua pihak akan beradaptasi.
"Saya melihat inovasi ini sebagai langkah maju dalam sistem perparkiran, mengikuti kemajuan teknologi yang telah diterapkan di kota-kota besar lainnya," Rabu, 8 Oktober 2025.
Suwandoyo mengungkapkan rencana Dinas Perhubungan untuk memperluas penerapan sistem pembayaran non-tunai.
Ke depannya, layanan retribusi parkir di tepi jalan umum di Kota Palangka Raya juga akan secara bertahap menerapkan sistem pembayaran non-tunai, khususnya melalui QRIS, di kawasan-kawasan tertentu.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, Dinas Perhubungan akan menjalin kerja sama dengan pihak perbankan.
"Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mempermudah transaksi bagi masyarakat, tetapi juga secara signifikan berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/R)









