BORNEONEWS, Palangka Raya – Kenaikan harga emas dalam beberapa hari terakhir tidak menyurutkan minat masyarakat untuk bertransaksi. Berdasarkan pantauan Borneonews di Pasar Besar Palangka Raya, aktivitas jual beli emas masih terlihat ramai. Harga emas per hari ini, Rabu (8/10), untuk jenis 999 mencapai Rp2.130.000 per gram, sedangkan emas USA berada di kisaran Rp2.080.000 per gram.
Seorang pedagang emas di Pasar Besar, Dahlia, mengatakan meskipun harga naik, transaksi tetap berjalan seperti biasa. “Pembeli masih banyak, terutama yang ingin menjual emas untuk kebutuhan dana cepat. Tapi ada juga yang tetap membeli untuk investasi, karena mereka yakin harga emas ke depan bisa naik lagi,” ujarnya, Rabu, 8 Oktober 2025.
Ia menuturkan, fluktuasi harga emas sudah menjadi hal biasa bagi para pelanggan setia. Para pembeli yang membeli emas dalam jumlah kecil umumnya tidak terlalu mempermasalahkan kenaikan harga, sementara investor justru melihat momen ini sebagai kesempatan untuk menambah koleksi.
Kenaikan harga emas ini dipengaruhi oleh kondisi global, termasuk ketidakpastian ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Di sisi lain, emas tetap menjadi instrumen investasi yang dianggap paling aman oleh masyarakat.
“Emas tidak pernah kehilangan nilai, walaupun naik-turun, tapi jangka panjangnya tetap menguntungkan,” tambahnya.
Sementara itu, sejumlah pembeli mengaku tetap memilih emas karena stabilitasnya. Salah seorang warga Palangka Raya, Lina menyebut bahwa emas menjadi pilihan tabungan jangka menengah.
“Kalau uang ditabung cepat habis, tapi kalau emas bisa dijual kapan saja, apalagi kalau butuh mendadak,” katanya.
Di kios-kios penjualan emas, pedagang tampak sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti. Beberapa di antaranya bahkan terlihat melakukan transaksi penjualan emas lama untuk ditukar dengan perhiasan baru. Aktivitas ini menunjukkan bahwa masyarakat masih menjadikan emas sebagai aset likuid yang mudah diperjualbelikan.
Sejumlah pedagang juga berharap harga emas dapat kembali stabil agar daya beli masyarakat meningkat. “Kalau harga turun sedikit, biasanya pembeli makin banyak, terutama menjelang momen besar seperti Natal dan Tahun Baru,” ujar Noor seorang pedagang lainnya.
Ia menambahkan, pasar emas di Palangka Raya dinilai cukup dinamis karena perputaran transaksinya tinggi. Selama masyarakat tetap aktif bertransaksi, pergerakan ekonomi di sektor perdagangan logam mulia dipastikan tetap hidup. (MARINI/j)









