BORNEONEWS, Nanga Bulik – Cristian El Loco Gonzales merasakan pengalaman tak terlupakan saat mengunjungi Desa Penyombaan, Lamandau. Kedatangannya tak hanya disambut hangat, tetapi juga diwarnai ritual adat Dayak Tomun, "ikat tengang," yang sakral dan penuh makna.
Prosesi adat ini melambangkan penerimaan tamu kehormatan serta doa restu. El Loco tampak terharu saat tali tengang adat diikatkan di pergelangan tangannya, menandai ikatan persaudaraan dan penghormatan budaya yang mendalam.
Bersama Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, El Loco larut dalam keindahan Desa Penyombaan. Mereka menyusuri Sungai Penyombaan dengan rakit bambu, berinteraksi akrab dengan warga, serta menikmati kelezatan kuliner khas.
El Loco tak hanya terpesona dengan keindahan alam, tetapi juga dengan keramahan warga. Ia dengan senang hati berbaur, bercengkerama, dan ikut serta dalam kegiatan sehari-hari masyarakat Desa Penyombaan.
"Saya sangat terkesan dengan potensi wisata Desa Penyombaan. Alamnya indah, budayanya kaya, dan yang paling penting, masyarakatnya sangat ramah dan menerima saya dengan tangan terbuka. Adat dan istiadatnya masih sangat alami," ujarnya.
Edo, salah seorang warga Desa Penyombaan, mengaku sangat senang dengan kedatangan mantan bintang timnas tersebut. "Kami bangga sekali El Loco bisa datang ke desa kami, ini jadi motivasi bagi kami," kata Edo kepada awak media, Rabu, 8 Oktober 2025.
Kunjungan El Loco Gonzales diharapkan dapat memperkenalkan Desa Penyombaan kepada masyarakat luas dan mendukung pengembangan wisata yang berkelanjutan, berbasis pada keunikan budaya dan keramahan masyarakat setempat. ( NATALIA KRISTIN/R)









