BUKARES –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Palangka Raya secara aktif melaksanakan kegiatan alih media arsip. Fokus utama dari kegiatan ini adalah optimalisasi proses digitalisasi dokumen.

Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memastikan ketersediaan dan aksesibilitas arsip di era digital.

Proses alih media ini melibatkan konversi arsip fisik menjadi format digital. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk efisiensi penyimpanan, tetapi juga untuk melindungi arsip dari kerusakan fisik dan memastikan kelestariannya dalam jangka panjang. Setiap dokumen melalui tahapan pemindaian dengan teknologi terkini.

Kepala Dispursip Kota Palangka Raya, Yohn Benhur Gohan Pangaribuan, menjelaskan bahwa tim pelaksana terus melakukan pendalaman teknis dalam pemindaian dan pengolahan arsip. 

"Kami memastikan bahwa setiap hasil digital memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan standar pelestarian dokumen," ujarnya," Kamis, 9 Oktober 2025.

Penekanan pada kualitas ini sangat penting agar arsip digital tidak kehilangan nilai informasinya dan dapat dipertanggungjawabkan keasliannya.

Standar pelestarian dokumen menjadi panduan utama dalam setiap tahapan proses, mulai dari persiapan arsip hingga penyimpanan digitalnya.

Dengan adanya pengelolaan arsip berbasis digital ini, diharapkan dapat mendukung upaya pelestarian informasi yang lebih efektif. Selain itu, digitalisasi juga akan sangat memudahkan akses arsip bagi masyarakat luas dan instansi terkait yang membutuhkan data atau informasi dari arsip tersebut.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Palangka Raya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan transparan.

"Akses arsip yang mudah dan cepat diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendukung berbagai kebijakan pembangunan daerah," pungkasnya. (PATHUR/R)