BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas kembali menggelar rapat koordinasi lanjutan pada Rabu 8 Oktober 2025 untuk membahas penanganan bencana banjir dan angin puting beliung yang melanda beberapa wilayahnya.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai di Ruang Rapat Sekda, menandai keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat upaya pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.
Rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dilaksanakan pada Senin, 6 Oktober 2025.
"Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh langkah penanganan bencana berjalan optimal. Forum tersebut membahas hasil pendataan di lapangan, pembaruan data warga terdampak, serta rencana percepatan penyaluran bantuan bagi korban bencana," ungkap Usis, Kamis, 9 Oktober 2025.
Berdasarkan paparan dari BPBD Kapuas, bencana banjir yang melanda tiga kecamatan, yakni Kapuas Hulu, Pasak Talawang, dan Kapuas Tengah, telah memberikan dampak signifikan.
Musibah ini tercatat telah memengaruhi 5.385 kepala keluarga atau setara dengan 9.455 jiwa. Data ini menjadi acuan utama bagi pemerintah daerah dalam merencanakan alokasi dan penyaluran bantuan.
Selain banjir, Kabupaten Kapuas juga dilanda bencana angin puting beliung di Kecamatan Dadahup dan Kapuas Murung.
Bencana angin kencang ini mengakibatkan kerusakan pada 309 unit rumah, yang berdampak pada total 315 kepala keluarga atau 1.058 jiwa terdampak. Dengan data kerusakan yang valid, upaya rehabilitasi dan perbaikan rumah dapat segera direncanakan.
Pemerintah daerah menegaskan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah agar data yang dihimpun dari kecamatan dan desa dapat diverifikasi dengan baik.
Sinergi antarinstansi menjadi kunci untuk memastikan seluruh proses penanganan bencana berjalan tepat sasaran, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus mempercepat pemulihan bagi masyarakat di Kapuas. (SABRIANOOR/R)








