PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menerima penghargaan sebagai Mitra Penguatan UMKM dari Politeknik LPP Yogyakarta dalam rangkaian kegiatan Expo UMKM Sawit dan Conferences atau EXPOUSE 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, Muhamad Mustangin, kepada Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah di Auditorium LPP Agro Nusantara. Sebagai Badan Layanan Umum atau BLU di bawah Kementerian Keuangan, BPDP dinilai berperan aktif dalam pengembangan UMKM berbasis perkebunan, khususnya kelapa sawit.

EXPOUSE 2025 yang berlangsung di Komplek Kampus LPP Yogyakarta menghadirkan berbagai kegiatan strategis, seperti expo UMKM, konferensi bertema “Peran Kelapa Sawit dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi”, Plantation Career Expo, serta sesi business matching UMKM. Kegiatan ini menjadi wadah kolaboratif antara pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kebijakan untuk memperkuat ekosistem UMKM berbasis produk sawit dan turunannya.

Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, Muhamad Mustangin, menyampaikan bahwa EXPOUSE 2025 diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi kelapa sawit sebagai bahan baku industri kreatif dan pangan.

“Politeknik LPP berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam mendukung pertumbuhan UMKM melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya dalam rilis BPDP pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Sementara itu, Helmi Muhansyah dari BPDP menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin dengan Politeknik LPP Yogyakarta. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan institusi pengelola dana untuk mendorong inovasi dan pemberdayaan UMKM sawit.

“Kami percaya bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak wirausaha baru dan memperkuat industri kreatif berbasis perkebunan,” ungkap Helmi.

Merujuk pada riset global, Helmi mengutip studi Profesor Rafael Reif dari MIT yang menunjukkan bahwa lembaga pendidikan seperti MIT dan Stanford telah melahirkan puluhan ribu perusahaan dan menyerap jutaan tenaga kerja. Ia berharap LPP Yogyakarta dapat mengikuti jejak tersebut dengan menghasilkan wirausaha berbasis UMKM sawit, kakao, dan kelapa, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

Sebagai bentuk nyata dari kolaborasi BPDP dan Politeknik LPP Yogyakarta, telah dilaksanakan berbagai kegiatan seperti Workshop Inovasi Produk UMKM Berbahan Sawit, Palm Oil Youth Camp, Duta UKMK Sawit, serta workshop pemberdayaan di Manado dan Belitung. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas pelaku UMKM, tetapi juga memperluas jejaring bisnis dan membuka peluang pasar baru bagi produk-produk berbasis sawit.(TESTI PRISCILLA/j)