KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kapuas sukses menggelar Lomba Karya Jurnalistik Pelajar jenjang SLTA sederajat Tahun 2025. Puncak acara berupa penyerahan hadiah berlangsung meriah di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas pada hari Kamis, 9 Oktober 2025.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin PWI Kapuas dalam upaya menumbuhkan minat dan bakat menulis di kalangan pelajar, sekaligus memperkuat peran pers dalam edukasi publik.

Acara penyerahan hadiah dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Kapuas M. Wiyatno, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Perangkat Daerah, serta Ketua PWI Kapuas, Sri Hayati, beserta jajaran pengurus. Kehadiran para kepala sekolah, guru pendamping, dan puluhan peserta lomba turut memeriahkan suasana, menunjukkan tingginya dukungan dari berbagai pihak terhadap peningkatan literasi jurnalistik pelajar.

Lomba Karya Jurnalistik Pelajar tahun ini mengusung tema inspiratif, yakni "Suara Generasi Muda Gali Potensi Daerah untuk Kapuas Bersinar." Tema ini dipilih untuk mendorong para peserta agar tidak hanya kritis dalam menyikapi isu, tetapi juga aktif menggali dan mempromosikan berbagai potensi lokal yang dimiliki Kabupaten Kapuas, mulai dari sektor pariwisata, budaya, hingga pembangunan.

Dalam sambutannya, Ketua PWI Kapuas, Sri Hayati, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas atas dukungan berkelanjutan yang telah diberikan, termasuk untuk pelaksanaan lomba jurnalistik ini. 

"Kami berterima kasih kepada Bupati Kapuas beserta jajaran yang terus memberikan dukungan bagi kegiatan PWI. Melalui lomba ini, kami ingin menumbuhkan semangat literasi dan menulis di kalangan pelajar, agar mereka dapat berperan sebagai generasi yang kritis dan berintegritas," ujar Sri Hayati.

Lebih lanjut, Sri Hayati menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjadi wadah konstruktif bagi para siswa untuk mengasah kemampuan menulis, sekaligus membantu mereka memahami peran esensial pers dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah. 

Diharapkan, melalui karya jurnalistik, pelajar dapat belajar menyampaikan aspirasi dengan santun, menggali potensi daerah, sekaligus menjadi agen perubahan positif bagi lingkungan mereka.

PWI Kapuas berharap besar bahwa dari kegiatan lomba ini, akan lahir penulis-penulis muda berbakat, jurnalis masa depan, serta agen perubahan yang akan membawa Kabupaten Kapuas semakin bersinar. Lomba ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi muda yang memiliki kemampuan literasi dan kesadaran tinggi terhadap pembangunan daerahnya. (SABRIANOOR/j)