BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) menanggapi keluhan masyarakat terkait isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Untuk memastikan ketersediaan pasokan di lapangan, Pemkab Kobar menggelar pertemuan dengan PT Pertamina (Persero) di Kantor Bupati Kobar pada Selasa, 7 Oktober 2025 lalu.
Pertemuan dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kobar, M. Hasan Basri, dan dihadiri oleh Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina Patra Niaga Area II Kalselteng, Farel.
Dalam kesempatan itu, Pertamina mengonfirmasi bahwa peningkatan konsumsi BBM terjadi secara signifikan akibat tingginya mobilitas masyarakat selama rangkaian perayaan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Kobar.
“Selama perayaan HUT Kobar, aktivitas masyarakat meningkat. Kehadiran tamu dari luar daerah hingga artis nasional turut berdampak pada naiknya konsumsi BBM,” jelas Farel.
Menanggapi hal tersebut, Hasan Basri secara tegas menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap bekerja sama untuk mempercepat penyaluran pasokan tambahan agar kebutuhan masyarakat segera terpenuhi.
“Kami berharap penyaluran BBM berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, dijelaskan pula selain lonjakan permintaan. Pertamina juga menghadapi kendala distribusi akibat gelombang tinggi yang menghambat kapal pengangkut BBM bersandar di Depo Pertamina Kumai.
Untuk mengatasi hal ini, Pertamina mengambil langkah antisipatif dengan mengalihkan suplai dari Depo Sampit dan menambah pasokan Pertalite sebanyak 64 kiloliter pada hari yang sama. Bahkan, permintaan Pertamax dilaporkan meningkat hingga 50 persen dalam beberapa hari terakhir.
Kemudian, Pemkab Kobar bersama Pertamina juga berkomitmen untuk terus memantau kondisi di lapangan guna menjaga stabilitas distribusi dan mencegah penumpukan permintaan di SPBU.
Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik serta memastikan pelayanan energi tetap optimal bagi masyarakat Kabupaten Kobar. (NURITA/Y)









