PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Anggota DPRD Palangka Raya, Deby Setiawan, menegaskan pentingnya pemerintah pusat dan daerah untuk memprioritaskan putra-putri asli Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam setiap proses rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). 

Hal ini disampaikan Deby saat menghadiri kegiatan reses anggota DPD RI Perwakilan Kalteng, Agustin Teras Narang, yang membahas berbagai isu strategis pembangunan daerah, termasuk sektor aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Deby, kesempatan bagi generasi muda Kalteng untuk menjadi ASN harus diperluas dan diutamakan. “Kita ingin agar rekrutmen CPNS bukan hanya formalitas nasional, tapi juga mempertimbangkan keberpihakan terhadap daerah. Putra-putri Kalteng memiliki kemampuan yang tidak kalah, dan sudah memahami karakter sosial-budaya wilayah ini,” ujarnya, Kamis, 9 Oktober 2025.

Ia menilai bahwa selama ini banyak pelamar CPNS dari luar daerah yang mengisi formasi di instansi pemerintah Kalteng, sementara warga lokal seringkali kalah bersaing, bukan karena kualitas, tetapi karena keterbatasan informasi dan akses. 

“Padahal, generasi muda kita punya potensi besar. Hanya saja perlu pemerataan kesempatan dan kebijakan afirmatif agar tidak tertinggal di negeri sendiri,” kata Deby.

Dalam kesempatan itu, Deby juga mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Senator Teras Narang terhadap isu ketenagakerjaan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di daerah. Ia menyebut sinergi antara DPD RI dan DPRD provinsi maupun kabupaten/kota penting untuk mendorong kebijakan nasional yang lebih berpihak kepada daerah.

Lebih lanjut, Deby berharap agar kementerian terkait dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) meninjau kembali sistem seleksi nasional CPNS agar lebih adaptif dengan kebutuhan daerah. Ia menilai, ada banyak jabatan fungsional dan teknis di Kalteng yang seharusnya bisa diisi oleh warga lokal yang memahami kondisi geografis, sosial, dan lingkungan setempat.

Selain soal rekrutmen, Deby juga menyinggung pentingnya pemerataan formasi antarwilayah di Kalimantan Tengah, terutama di daerah pedalaman dan pelosok. 

“Kalau semuanya hanya terpusat di kota besar seperti Palangka Raya, maka daerah-daerah lain akan kekurangan tenaga ASN. Kita butuh strategi rekrutmen yang seimbang dan berpihak,” tegasnya.

Deby menambahkan, pihaknya di DPRD Palangka Raya akan terus mendorong agar pemerintah daerah aktif menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah pusat. Ia menilai, dengan adanya perhatian lebih terhadap putra-putri daerah, maka akan muncul rasa memiliki dan tanggung jawab yang kuat dalam membangun daerahnya sendiri.

“Kalau anak-anak muda Kalteng diberi kesempatan yang lebih luas menjadi ASN, maka mereka akan bekerja dengan hati, karena mereka membangun tanah kelahirannya sendiri. Ini bukan sekadar soal pekerjaan, tapi soal masa depan dan kemandirian daerah,” tutup Deby. (MARINI/j)