BORNEONEWS, Sampit - Nelayan yang berada di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur menemukan ABK kapal yang tenggelam di laut lepas daerah pantai ujung pandaran, Jumat, 10 Oktober 2025.
Dari informasi yang dihimpun, nelayan tersebut menamukan seorang kapten kapal masih dalam kondisi selamat. Kemudian tidak lama berselang satu orang ABK ditemukan dalam keadaan meninggal.
"Iya benar yang ditemukan kapten kapal dan 1 orang korban oleh nelayan," kata Multazam Kepala BPBD Kotim, Jumat, 10 Oktober 2025
Kapal tagboat TB Datine 138 ini berangkat dari Sampit menuju Kapuas Senin, 6 Oktober 2025 dengan 4 orang diatas kapal yakni satu orang kapten kapal dan 3 orang ABK.
Namun pada Selasa, 7 Oktober 2025 dini hari, kapal tagboat tersebut mengalami kebocoran hingga menyebabkan tenggalam di titik koordinat 02°.24'820 T/113° 22' 650 S".
Para awak kapal sempat menyelamatlan diri dengan menggunakan life jacket dan lifecraft. Namun hingga saat ini yang sudah ditemukan hanya kapten kapal bernama Ode (61) dan satu ABK kapal yang masih belum diketahui identitasnya.
"Kami masih dalam perjalanan ke lokasi bersama tim gabungan, nanti akan kami informasikan lebih lanjut," ucap Multazam. (BUDDI RAHMAT H/R)









