BORNEONEWS, Nanga Bulik – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau menggelar simulasi evakuasi bencana banjir di TK Mutiara Ilmu, Kecamatan Bulik, dengan tujuan menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini kepada anak-anak terhadap risiko banjir.
Anak-anak TK Mutiara Ilmu antusias mengikuti instruksi dari tim BPBD, belajar memahami tanda-tanda banjir, cara menyelamatkan diri, dan pentingnya tetap tenang. Simulasi dirancang interaktif dan menyenangkan.
Kepala BPBD Lamandau, Hendikel, menyatakan inisiatif ini sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana yang berkelanjutan, dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan anak-anak terhadap risiko banjir.
"Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat terjadi bencana. Oleh karena itu, edukasi sejak usia dini sangat krusial," ujarnya, Jumat, 10 Oktober 2025.
Lebih lanjut, Hendikdl menambahkan bahwa pihaknya ingin anak-anak tidak hanya tahu cara menyelamatkan diri, tetapi juga memahami mengapa tindakan tersebut penting.
"Simulasi ini memberikan pengalaman langsung yang tak ternilai bagi anak-anak, semoga bisa mereka teladani dan diingat jika sewaktu-waktu dalam bahaya," katanya.
Terpisah, salah seorang orang tua murid, Ani, juga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. "Saya sangat senang dengan adanya simulasi ini. Anak-anak jadi lebih tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi banjir. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan," tuturnya.
BPBD Kabupaten Lamandau berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program edukasi dan simulasi bencana ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi potensi bencana. (NATALIA/J)









