BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Kumai, tepatnya di area lahan kosong dekat perbatasan Desa Teluk Bogam dengan Desa Sungai Bakau pada Kamis, 9 Oktober 20025 kemarin.
Akibat kebakaran tersebut, dilaporkan area seluas 15 hektar hangus terbakar.
Informasi awal diterima dari personel Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tengah berpatroli di sekitar lokasi kejadian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat langsung melakukan validasi informasi dan mempersiapkan sarana prasarana pendukung untuk penanganan di lapangan.
“Kami sudah dapat konfirmasi mengenai kondisi lokasi. Usai berkoordinasi, personel langsung bergegas menuju titik kebakaran,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kobar melalui Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik, Andhan Santana, pada Jumat, 10 Oktober 2025.
BPBD Kobar mengerahkan dua unit tangki water supply guna mempercepat proses pemadaman. Selain MPA, sejumlah personel dari Polsek Kumai dan Manggala Agni Daops III/Pangkalan Bun turut membantu penanganan karena area kebakaran yang cukup luas.
“Hasil pantauan di lapangan, luas lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 15 hektar. Api menyebar cukup cepat karena kondisi cuaca yang panas dan berangin, sehingga menyulitkan personel dalam proses pemadaman,” ujar Andhan.
Danton Regu TRC BPBD Kobar, Sayid Abdul Badawi, menambahkan bahwa dari total area terbakar, tim berhasil memadamkan sekitar 5 hektar.
“Cukup luas dampaknya. Selain itu juga ada lahan pertanian warga yang terdampak seluas 0,5 hektar. Namun untuk korban jiwa, tidak ada yang terdampak,” jelasnya.
Selain faktor cuaca, petugas juga menghadapi kendala di lapangan karena sulitnya mendapatkan sumber air di sekitar area kebakaran.
“Oleh karenanya kami efisienkan persediaan air dari dua tangki yang ada agar pemadaman bisa merata dan tidak meluas,” tandas Badawi.
Upaya pemadaman berlangsung selama 6,5 jam, hingga sebagian besar area yang terbakar dinyatakan padam. Meski demikian, tim gabungan masih melakukan pemantauan lanjutan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.
“Akan kami pantau lagi esok hari, karena potensi api kembali menyala masih mungkin terjadi akibat kondisi angin dan sisa bara di dalam tanah,” tegas Badawi.
BPBD Kobar juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di musim kemarau dengan suhu udara tinggi seperti saat ini. (DANANG/y)
Lahan Seluas 15 Hektar Area Perbatasan Desa Teluk Bogam dan Sungai Bakau Hangus Terbakar
Bagikan:

PANGKALAN BUN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kabid Humas Polda Kalteng Imbau Waspada Pinjaman Online Ilegal
Atletico Madrid Menang Tipis 1-0 atas Deportivo Coruna
Kapolres Seruyan Tinjau Posko Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Kimi Antonelli Pole Position di GP Amerika Serikat 2026
Cuaca Buruk Batalkan Balapan Moto2 dan Moto3 GP Australia
BMKG: Waspadai Peningkatan Suhu di Siang Hari saat Peralihan Musim
Komentar (0)
Memuat komentar…







