BORNEONEWS, Sampit – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit akhirnya berhasil menemukan bayi orangutan yang sempat viral di media sosial karena digendong seorang warga di sekitar Terowongan Nur Mentaya, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan penemuan itu terjadi pada Sabtu, 11 Oktober 2025, setelah pihaknya melakukan penelusuran intensif bersama Komunitas Reptile Sampit.
“Setelah video yang beredar pada 6 Oktober 2025 menunjukkan seorang warga menggendong anak orangutan di kota Sampit, kami langsung bergerak. Dengan bantuan komunitas reptile Sampit, kami menelusuri keberadaan warga tersebut hingga akhirnya hari ini berhasil menemukan dan menyelamatkan satu individu orangutan di Kelurahan Tanah Mas,” kata Muriansyah, Minggu, 12 Oktober 2025.
Menurut Muriansyah, orangutan tersebut diperkirakan berusia di bawah satu tahun. Saat didatangi, warga yang memelihara orangutan itu mengaku tidak mengetahui bahwa satwa tersebut termasuk satwa liar yang dilindungi undang-undang.
Lamanya penelusuran bayi orangutan untuk tersebut karena warga tinggal di dekat kawasan hutan dan sempat merasa takut saat tahu video orangutan yang digendongnya viral.
"Sempat ada penolakan, namun setelah diberikan penjelasan oleh teman-teman komunitas reptile, warga akhirnya bersedia menyerahkan orangutan tersebut dengan sukarela,” ujarnya.
Bayi orangutan itu diketahui sudah dipelihara sekitar dua bulan setelah ditemukan tanpa induk di sekitar hutan Tanah Mas. Saat diserahkan, kondisinya tampak sehat dan aktif.
Muriansyah menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun untuk menjemput bayi orangutan tersebut. Rencananya proses penyerahan akan dilakukan pada hari ini.
BKSDA mengimbau masyarakat agar tidak memelihara satwa liar yang dilindungi seperti orangutan, beruang, dan owa. Selain melanggar hukum, tindakan tersebut juga dapat mengancam kelestarian satwa dan keselamatan manusia.
“Kami harap masyarakat lebih bijak. Jika menemukan satwa liar, segera laporkan ke BKSDA terdekat, bukan dipelihara,” tandasnya.
Sebelumnya, video berdurasi 15 detik memperlihatkan seorang pria menggendong bayi orangutan sambil berkendara motor tanpa pelat nomor di sekitar Terowongan Nur Mentaya, Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Baamang, viral di media sosial pada Senin, 6 Oktober 2025.
Video tersebut direkam oleh seorang warga bernama Wahid, yang kebetulan melintas di lokasi.
“Saya lihat seseorang menggendong bayi orangutan sambil naik motor. Orang itu sempat berhenti di pertokoan seperti mau belanja, jadi saya videokan,” kata Wahid. (DEWI PATMALASARI/j)









