BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah atau BBPKT menggelar uji coba UKBI bagi disabilitas rungu sebagai bagian dari proses evaluasi dan pematangan instrumen. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 9 Oktober 2025, di Hotel Swiss Bell Palangka Raya.
UKBI versi disabilitas rungu merupakan produk baru dari Badan Bahasa yang masih dalam tahap pengembangan. Uji coba ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan masukan dari peserta serta pendamping guna menyempurnakan instrumen sebelum peluncuran resmi.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalteng, Dr. Sukardi Gau, M.Hum., menyatakan bahwa kegiatan ini adalah langkah penting dalam memastikan bahwa instrumen UKBI benar-benar adaptif dan relevan bagi semua kalangan.
“Kami ingin instrumen ini tidak hanya akurat, tapi juga adil,” ujar Sukardi dalam rilisnya pada Minggu, 12 Oktober 2025.
Peserta diuji melalui empat seksi, dengan tantangan utama pada seksi memirsa. Pendamping menyebut bahwa beberapa peserta membutuhkan bantuan tambahan dalam memahami soal, terutama melalui bahasa tubuh dan isyarat.
Masukan dari peserta dan pendamping akan dikumpulkan dan dianalisis oleh tim pengembang. Koordinator kegiatan, Arum, menyebut bahwa tahap selanjutnya adalah pematangan instrumen berdasarkan hasil uji coba ini.
“InsyaAllah tahun depan akan diluncurkan secara resmi. Kami ingin UKBI ini menjadi alat ukur yang benar-benar inklusif dan representatif,” tutur Arum. (TESTI PRISCILLA/j)









