PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pengamat Ekonomi dari Universitas Palangka Raya, Suherman, menilai digitalisasi menjadi solusi praktis untuk memperkuat sistem monitoring dan evaluasi (monev) Sekolah Rakyat agar lebih efisien dan transparan.

“Kehadiran teknologi justru membuat monev lebih mudah dan real-time. Laporan bisa dikumpulkan lewat Google Form, hasil belajar direkap otomatis, bahkan testimoni warga bisa lewat WhatsApp,” ujar Suherman di Palangka Raya, Minggu, 12 Oktober 2025.

Ia menegaskan, digitalisasi bukan tentang alat yang canggih, tetapi tentang cara kerja yang efisien dan terbuka. Dengan sistem digital, seluruh proses pengawasan bisa dilakukan cepat dan dapat dipantau langsung oleh berbagai pihak.

Menurutnya, penerapan monev digital akan membantu pengelola Sekolah Rakyat mengidentifikasi masalah dan melakukan perbaikan program dengan lebih tepat waktu. Selain itu, data yang tersimpan bisa menjadi bahan analisis untuk pengambilan kebijakan ke depan.

Suherman juga menyoroti perlunya pelatihan bagi pengelola agar mampu membaca hasil evaluasi secara mandiri. “Pengelola perlu dibekali pelatihan sederhana tentang cara membuat indikator dan membaca hasil evaluasi,” jelasnya.

Ia berharap, penerapan monev digital dapat menjadi bagian dari budaya evaluasi berkelanjutan di setiap Sekolah Rakyat. “Monev harus jadi bagian dari keseharian, bukan sekadar formalitas laporan tahunan,” tutupnya. (HERMAWAN DP/j)